وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ ۚ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِي ۖ قَالُوا أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ
Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Sungguh apa yang telah Aku berikan kepada kalian berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepada kalian seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kalian, niscaya kalian akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” Dia berkata, “Apakah kalian mengakui dan menerima perjanjian dengan-Ku atas hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mengakui.” Dia berkata, “Kalau begitu, bersaksilah, dan Aku bersama kalian termasuk yang menyaksikan.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُwa-idz akhadza llaahu miitsaaqa n-nabiyyiina la-maa aataytukum min kitaabin wa-hikmatin tsumma jaa'akum rasuulun mushaddiqun li-maa ma'akum la-tu'minunna bihi wa-la-tanshurunnahudan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, sungguh apa yang telah Aku berikan kepada kalian berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepada kalian seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kalian, niscaya kalian akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya
- قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِيqaala a-aqrartum wa-akhadztum 'alaa dzaalikum ishriiDia berkata, apakah kalian mengakui dan menerima perjanjian dengan-Ku atas hal itu
- قَالُوا أَقْرَرْنَاqaaluu aqrarnaamereka menjawab, kami mengakui
- قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَqaala fa-syhaduu wa-anaa ma'akum mina sy-syaahidiinaDia berkata, kalau begitu bersaksilah, dan Aku bersama kalian termasuk yang menyaksikan
Terjemahan per kata (33 kata)
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- أَخَذَakhadzamengambil
- اللَّهُllaahuAllah
- مِيثَاقَmiitsaaqaperjanjian
- النَّبِيِّينَn-nabiyyiinapara nabi
- لَمَاla-maabenar-benar yang
- آتَيْتُكُمْaataytukumAku berikan kepada kalian
- مِنْmindari
- كِتَابٍkitaabinkitab
- وَحِكْمَةٍwa-hikmatindan hikmah
- ثُمَّtsummakemudian
- جَاءَكُمْjaa'akumdatang kepada kalian
- رَسُولٌrasuulunseorang rasul
- مُصَدِّقٌmushaddiqunyang membenarkan
- لِمَاli-maabagi apa yang
- مَعَكُمْma'akumbersama kalian
- لَتُؤْمِنُنَّla-tu'minunnasungguh kalian akan beriman
- بِهِbihipadanya
- وَلَتَنْصُرُنَّهُwa-la-tanshurunnahudan sungguh kalian akan menolongnya
- قَالَqaalaberkata
- أَأَقْرَرْتُمْa-aqrartumapakah kalian mengakui
- وَأَخَذْتُمْwa-akhadztumdan kalian mengambil
- عَلَىٰ'alaaatas
- ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
- إِصْرِيishriiperjanjian-Ku
- قَالُواqaaluumereka berkata
- أَقْرَرْنَاaqrarnaakami mengakui
- قَالَqaalaberkata
- فَاشْهَدُواfa-syhaduumaka saksikanlah kalian
- وَأَنَاwa-anaadan Aku
- مَعَكُمْma'akumbersama kalian
- مِنَminadari
- الشَّاهِدِينَsy-syaahidiinaorang-orang yang menyaksikan
Inti bacaan
Perjanjian antar-nabi untuk saling mengakui dan mendukung rasul yang datang kemudian (jika membenarkan ajaran sebelumnya) menunjukkan model solidaritas lintas generasi kenabian, bukan persaingan eksklusif. Konkretnya: pengakuan dan dukungan terhadap kebenaran baru yang selaras dengan nilai lama (bukan menganggapnya sebagai ancaman/pesaing) adalah model kolaborasi lintas generasi yang sehat, kebenaran baru dan lama bisa saling menguatkan, bukan harus saling meniadakan.
Tafsiran
Ayat ini mencatat perjanjian agung yang diambil Allah dari setiap nabi: bahwa jika datang rasul kemudian yang membenarkan apa yang telah mereka bawa, mereka wajib beriman dan menolongnya, sebuah kesaksian yang diakui secara eksplisit oleh para nabi sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengambil perjanjian itu dari para nabi sendiri, bukan dari umat. Dari yang paling tinggi kedudukannya. Yang diikat justru mereka yang paling kecil kemungkinannya melanggar.
- Isi janjinya beriman dan menolong rasul yang datang membenarkan apa yang ada pada mereka. Yang lebih dahulu berjanji menolong yang belakangan. Urutan waktu tidak dijadikan alasan untuk merasa lebih berhak.
- Allah menutup dengan menyebut Dia termasuk yang menyaksikan bersama mereka. Perjanjian itu disaksikan oleh yang mengambilnya. Tidak ada pihak ketiga yang diperlukan, dan tak ada yang bisa menyangkalnya kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).