فَمَنْ تَوَلَّىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Maka siapa yang berpaling setelah itu, mereka itulah orang-orang yang fasik.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. فَمَنْ تَوَلَّىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَfa-man tawallaa ba'da dzaalika fa-ulaa'ika humu l-faasiquunamaka siapa yang berpaling setelah itu, mereka itulah orang-orang yang fasik
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar w-l-y, b-'-d, f-s-q): tawallaa diterjemahkan 'berpaling'; faasiquun diterjemahkan 'fasik'. Selaras.

Aplikasi

Konsekuensi bagi yang 'berpaling setelah itu' (setelah perjanjian jelas) dikategorikan sebagai 'fasik', penolakan setelah kejelasan penuh menanggung bobot moral yang berbeda dari ketidaktahuan. Konkretnya: pola berulang di seluruh Al-Qur'an ini (kesalahan setelah pengetahuan jelas = pelanggaran lebih berat) layak diinternalisasi sebagai prinsip evaluasi diri, kejujuran membedakan 'aku belum tahu' dari 'aku tahu tapi memilih mengabaikannya'.