أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
Apakah mereka mencari selain pertanggungjawaban Allah, padahal hanya kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi berserah diri, baik dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَa-fa-ghayra diini llaahi yabghuuna wa-lahu aslama man fii s-samaawaati wa-l-ardi taw'an wa-karhan wa-ilayhi yurja'uunaapakah mereka mencari selain pertanggungjawaban Allah, padahal hanya kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi berserah diri, baik dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain merender diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout batch (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar; retrofit kau/engkau/kalian menyusul. sebagian penerjemah: 'Is it then other than the doctrine of God they seek, when to Him has submitted whoso is in the heavens and the earth, willingly or unwillingly, and to Him they will be returned?' Akar akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).
Aplikasi
Pertanyaan retoris: 'mengapa mencari pertanggungjawaban selain Allah, padahal segala yang di langit-bumi berserah diri, baik suka maupun terpaksa', bahkan alam semesta (secara hukum fisika/eksistensi) 'tunduk' pada prinsip yang lebih besar dari dirinya. Konkretnya: kesadaran bahwa seluruh eksistensi (termasuk hukum alam yang tak bisa dihindari) beroperasi dalam kerangka yang lebih besar bisa menjadi dasar penerimaan yang tenang terhadap batas-batas yang tak bisa diubah dalam hidup, sebagian hal harus diterima, bukan selalu dilawan.