قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan pada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub beserta anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa, serta para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami kepada-Nya berserah diri.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَqul aamannaa bi-llaahi wa-maa unzila 'alaynaa wa-maa unzila 'alaa ibraahiima wa-ismaa'iila wa-ishaaqa wa-ya'quuba wa-l-asbaathi wa-maa uutiya muusaa wa-'iisaa wa-n-nabiyyuuna min rabbihim laa nufarriqu bayna ahadin minhum wa-nahnu lahu muslimuunakatakanlah, kami beriman kepada Allah dan pada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub beserta anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa, serta para nabi dari Tuhan mereka, kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami kepada-Nya berserah diri
Terjemahan per kata (29 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- آمَنَّاaamannaakami beriman
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- وَمَاwa-maadan apa yang
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- عَلَيْنَا'alaynaakepada kami
- وَمَاwa-maadan apa yang
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
- وَإِسْمَاعِيلَwa-ismaa'iiladan Ismail
- وَإِسْحَاقَwa-ishaaqadan Ishaq
- وَيَعْقُوبَwa-ya'quubadan Yaqub
- وَالْأَسْبَاطِwa-l-asbaathidan keturunan Yaqub
- وَمَاwa-maadan apa yang
- أُوتِيَuutiyadiberikan
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- وَعِيسَىٰwa-'iisaadan Isa
- وَالنَّبِيُّونَwa-n-nabiyyuunadan para nabi
- مِنْmindari
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- لَاlaatidak
- نُفَرِّقُnufarriqukami membeda-bedakan
- بَيْنَbaynadi antara
- أَحَدٍahadinseorang pun
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- وَنَحْنُwa-nahnudan kami
- لَهُlahubaginya
- مُسْلِمُونَmuslimuunaorang-orang yang berserah diri
Inti bacaan
Pengulangan deklarasi iman universal tanpa membeda-bedakan nabi (mengulang 2:136), repetisi ini menegaskan pentingnya prinsip inklusivitas terhadap seluruh rantai kenabian sebagai bagian inti dari iman yang benar. Konkretnya: pengulangan prinsip ini di berbagai tempat menandaskan bahwa penghormatan pada seluruh sumber kebenaran (bukan hanya yang paling dekat dengan diri sendiri) adalah komponen esensial, bukan sekadar catatan tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan keimanan universal kepada seluruh wahyu dan nabi tanpa membeda-bedakan satu pun di antara mereka, disertai penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh menyebut nama-nama itu satu per satu. Bukan menyebut para nabi saja. Pengakuannya dibuat terperinci supaya tak bisa disempitkan.
- Yang ditegaskan kami tidak membeda-bedakan seorang pun. Sesudah daftar yang panjang. Nama-nama disebut justru untuk menyatakan tak ada yang diistimewakan.
- Allah menutup dengan kami berserah diri kepada-Nya. Sesudah menyebut banyak nama. Yang banyak itu berujung pada satu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). ' akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.