إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَ

Sesungguhnya orang-orang yang kufur setelah beriman, kemudian bertambah kekufurannya, tidak akan diterima tobat mereka, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَinna lladziina kafaruu ba'da iimaanihim tsumma zdaaduu kufran lan tuqbala tawbatuhum wa-ulaa'ika humu dh-dhaalluunasesungguhnya orang-orang yang kufur setelah beriman, kemudian bertambah kekufurannya, tidak akan diterima tobat mereka, dan mereka itulah orang-orang yang sesat

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. بَعْدَba'dasesudah
  5. إِيمَانِهِمْiimaanihimiman mereka
  6. ثُمَّtsummakemudian
  7. ازْدَادُواzdaaduumereka bertambah
  8. كُفْرًاkufrankekufuran
  9. لَنْlantidak akan
  10. تُقْبَلَtuqbaladiterima
  11. تَوْبَتُهُمْtawbatuhumtobat mereka
  12. وَأُولَٰئِكَwa-ulaa'ikadan mereka itu
  13. هُمُhumumerekalah
  14. الضَّالُّونَdh-dhaalluunaorang-orang yang sesat

Inti bacaan

Kontras dengan 3:89: bagi yang 'bertambah kekufurannya' (bukan sekadar sekali salah, tapi terus memperdalam penolakan), tobat tidak diterima, pembeda antara kesalahan yang disesali dan pola yang terus diperkuat. Konkretnya: perbedaan penting antara kesalahan yang diakui dan diperbaiki versus pola yang terus dipertahankan dan diperdalam, pintu pemulihan tetap terbuka bagi yang pertama, bukan yang kedua.

Penjelasan pilihan kata

Demonstratif 'ulaa'ika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'mereka itulah'.

Tafsiran

Ayat ini memperingatkan bahwa mereka yang terus bertambah kekufurannya setelah beriman, tobatnya tidak akan diterima: mereka tergolong orang-orang yang sesat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka kufur sesudah beriman, kemudian bertambah kekufurannya. Dua tahap. Yang dipersoalkan bukan penolakan, melainkan arah yang terus bergerak.
  • Yang Dia sebut tobat mereka tak diterima. Bukan mereka tak bertobat. Yang tertutup pintu yang biasanya paling terbuka.
  • Penutupnya menyebut mereka orang-orang yang sesat. Bukan yang jahat. Kata yang dipilih menunjuk kehilangan arah, dan itu menerangkan mengapa mereka terus bergerak menjauh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bertobat'); perubahan terjemahan ini hanya /perapian bila ada. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3.