إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَ
Sesungguhnya orang-orang yang kufur setelah beriman, kemudian bertambah kekufurannya, tidak akan diterima tobat mereka, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَinna lladziina kafaruu ba'da iimaanihim tsumma zdaaduu kufran lan tuqbala tawbatuhum wa-ulaa'ika humu d-daalluunasesungguhnya orang-orang yang kufur setelah beriman, kemudian bertambah kekufurannya, tidak akan diterima tobat mereka, dan mereka itulah orang-orang yang sesat
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bertobat'); perubahan terjemahan ini hanya /perapian bila ada. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3. Lih..
Aplikasi
Kontras dengan 3:89: bagi yang 'bertambah kekufurannya' (bukan sekadar sekali salah, tapi terus memperdalam penolakan), tobat tidak diterima, pembeda antara kesalahan yang disesali dan pola yang terus diperkuat. Konkretnya: perbedaan penting antara kesalahan yang diakui dan diperbaiki versus pola yang terus dipertahankan dan diperdalam, pintu pemulihan tetap terbuka bagi yang pertama, bukan yang kedua.