لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Kalian sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kalian menginfakkan sebagian dari apa yang kalian cintai. Dan apa pun yang kalian infakkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَlan tanaaluu l-birra hattaa tunfiquu mimmaa tuhibbuunakalian sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kalian menginfakkan sebagian dari apa yang kalian cintai
- وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌwa-maa tunfiquu min shay'in fa-inna llaaha bihi aliimundan apa pun yang kalian infakkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih..
Aplikasi
Kriteria kebajikan sejati: 'tidak akan memperoleh kebajikan sebelum menginfakkan sebagian yang kalian cintai', kedermawanan yang bernilai bukan dari sisa/kelebihan, melainkan dari yang benar-benar berharga bagi pemberinya. Konkretnya: kedermawanan sejati diukur dari kesediaan melepaskan sesuatu yang benar-benar bernilai bagi diri sendiri (waktu prioritas, harta yang dicintai), bukan sekadar memberi dari kelebihan yang tidak terlalu dirasakan kehilangannya.