فَمَنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Maka siapa yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, mereka itulah orang-orang yang zalim.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَمَنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَfa-mani ftaraa 'alaa llaahi l-kadziba min ba'di dzaalika fa-ulaa'ika humu zh-zhaalimuunamaka siapa yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, mereka itulah orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. فَمَنِfa-manimaka orang yang
  2. افْتَرَىٰftaraamengada-ada
  3. عَلَى'alaaatas
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. الْكَذِبَl-kadzibakebohongan
  6. مِنْmindari
  7. بَعْدِba'disesudah
  8. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  9. فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
  10. هُمُhumumerekalah
  11. الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim

Inti bacaan

Kategorisasi tegas: 'siapa yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, mereka itulah orang-orang zalim', mengklaim otoritas ilahi untuk pernyataan yang sebenarnya buatan sendiri adalah pelanggaran serius yang dikategorikan sebagai kezaliman. Konkretnya: mengatasnamakan otoritas yang lebih tinggi (agama, sains, hukum) untuk melegitimasi klaim pribadi yang sebenarnya tidak berdasar adalah pelanggaran integritas yang setara dengan kezaliman terhadap orang lain.

Penjelasan pilihan kata

Kata tunjuk 'dzaalika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'itu'. Kata tunjuk 'ulaa'ika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'mereka itulah'.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa siapa pun yang tetap mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah bukti dihadirkan, mereka tergolong orang-orang yang zalim.

Renungan dan Hikmah

  • Kata yang menentukan dalam ayat Allah ini setelah itu. Kebohongan yang dipersoalkan bukan yang diucapkan dalam ketidaktahuan. Yang memberatkan bukan isinya, melainkan bahwa ia diucapkan sesudah keterangan sampai.
  • Sebutan yang dipakai Allah orang-orang yang zalim, bukan para pendusta. Yang dipilih kata tentang menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Kebohongan atas nama-Nya rupanya dihitung sebagai perkara keadilan, bukan cuma perkara kejujuran.
  • Ayat ini pendek dan menutup perdebatan yang panjang sebelumnya. Tidak ada keterangan tambahan. Sesudah bukti-bukti dihadirkan satu per satu, yang tersisa cuma satu kalimat tentang siapa yang tetap memilih arah lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar f-r-y, a-l-h, k-dz-b, b-'-d, zh-l-m): iftaraa alaa llaah al-kadhib diterjemahkan 'mengada-adakan kebohongan terhadap Allah', iftiraa' (putaran 63). Selaras terjemahan lain.