فَمَنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Maka siapa yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, mereka itulah orang-orang yang zalim.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَمَنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَfa-mani ftaraa alaa llaahi l-kadziba min ba'di dzaalika fa-ulaa'ika humu zh-zhaalimuunamaka siapa yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, mereka itulah orang-orang yang zalim
Aplikasi
Kategorisasi tegas: 'siapa yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, mereka itulah orang-orang zalim', mengklaim otoritas ilahi untuk pernyataan yang sebenarnya buatan sendiri adalah pelanggaran serius yang dikategorikan sebagai kezaliman. Konkretnya: mengatasnamakan otoritas yang lebih tinggi (agama, sains, hukum) untuk melegitimasi klaim pribadi yang sebenarnya tidak berdasar adalah pelanggaran integritas yang setara dengan kezaliman terhadap orang lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar f-r-y, a-l-h, k-dz-b, b-'-d, zh-l-m): iftaraa alaa llaah al-kadhib diterjemahkan 'mengada-adakan kebohongan terhadap Allah', iftiraa' (putaran 63). Selaras terjemahan lain.