قُلْ صَدَقَ اللَّهُ ۗ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah, “Allah benar.” Maka ikutilah millah Ibrahim yang hanif, dan ia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ صَدَقَ اللَّهُqul shadaqa llaahukatakanlah, Allah benar
- فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَfa-ttabi'uu millata ibraahiima haniifan wa-maa kaana mina l-musyrikiinamaka ikutilah millah Ibrahim yang hanif, dan ia tidaklah termasuk orang-orang musyrik
Terjemahan per kata (11 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- صَدَقَshadaqamembenarkan
- اللَّهُllaahuAllah
- فَاتَّبِعُواfa-ttabi'uumaka ikutilah kalian
- مِلَّةَmillataagama
- إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
- حَنِيفًاhaniifanyang lurus
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- مِنَminadari
- الْمُشْرِكِينَl-musyrikiinaorang-orang musyrik
Inti bacaan
Setelah bukti-bukti diberikan, seruannya jelas: 'ikutilah millah Ibrahim yang hanif', mengikuti jalan yang lurus dan murni (mencari kebenaran tanpa distorsi kepentingan kelompok). Konkretnya: setelah proses pencarian kebenaran yang jujur, komitmen pada jalan yang murni (bebas dari kepentingan sempit/eksklusivisme kelompok) adalah arah yang dianjurkan, kembali pada esensi, bukan formalitas kelompok.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kebenaran firman Allah sebagai dasar untuk mengikuti millah Ibrahim yang hanif, jauh dari kemusyrikan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh mengucapkan satu kalimat sebelum menyeru. Allah benar. Dasarnya diletakkan dahulu, ajakannya menyusul.
- Yang diikuti disebut millah Ibrahim, bukan nama kelompok. Rujukannya orang yang mendahului semua sengketa. Ia lebih tua daripada perselisihan itu.
- Ibrahim disebut Allah bukan termasuk orang musyrik. Sangkalan itu ditambahkan meski sudah jelas. Nama yang diperebutkan memang perlu dijernihkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'. ' Millah (akar m-l-h, akar m-l-l; lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.