فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, yaitu Maqam Ibrahim. Dan siapa yang memasukinya, ia menjadi aman. Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah berhaji ke Rumah itu, bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Dan siapa yang kufur, sesungguhnya Allah berkecukupan dari seisi alam.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَfiihi aayaatun bayyinaatun maqaamu ibraahiimadi dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, yaitu Maqam Ibrahim
  2. وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًاwa-man dakhalahu kaana aaminandan siapa yang memasukinya, ia menjadi aman
  3. وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًاwa-li-llaahi 'alaa n-naasi hijju l-bayti mani stathaa'a ilayhi sabiilandan kewajiban manusia terhadap Allah adalah berhaji ke Rumah itu, bagi yang mampu mengadakan perjalanan ke sana
  4. وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَwa-man kafara fa-inna llaaha ghaniyyun 'ani l-'aalamiinadan siapa yang kufur, sesungguhnya Allah berkecukupan dari seisi alam

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. فِيهِfiihidi dalamnya
  2. آيَاتٌaayaatuntanda-tanda
  3. بَيِّنَاتٌbayyinaatunbukti-bukti nyata
  4. مَقَامُmaqaamutempat
  5. إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
  6. وَمَنْwa-mandan orang yang
  7. دَخَلَهُdakhalahumemasukinya
  8. كَانَkaanaadalah
  9. آمِنًاaaminanyang aman
  10. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  11. عَلَى'alaaatas
  12. النَّاسِn-naasimanusia
  13. حِجُّhijjuhaji
  14. الْبَيْتِl-baytiRumah
  15. مَنِmanisiapa yang
  16. اسْتَطَاعَstathaa'amampu
  17. إِلَيْهِilayhikepadanya
  18. سَبِيلًاsabiilanjalan
  19. وَمَنْwa-mandan orang yang
  20. كَفَرَkafarakufur
  21. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  22. اللَّهَllaahaAllah
  23. غَنِيٌّghaniyyunMahakaya
  24. عَنِ'aniterhadap
  25. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Kewajiban haji dibatasi eksplisit 'bagi yang mampu mengadakan perjalanan', kewajiban agama yang mempertimbangkan kapasitas riil, bukan tuntutan universal tanpa syarat. Konkretnya: kewajiban spiritual/moral yang bijak memperhitungkan kapasitas nyata individu (finansial, fisik, situasional), menuntut sesuatu di luar kemampuan bukan keadilan, melainkan beban yang tidak proporsional.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan keistimewaan Rumah tersebut: tanda-tanda jelas termasuk Maqam Ibrahim, keamanan bagi siapa yang memasukinya, kewajiban haji bagi yang mampu, dan penegasan bahwa Allah sama sekali tidak membutuhkan siapa pun, termasuk mereka yang kufur terhadap kewajiban ini.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut siapa yang memasukinya menjadi aman. Bukan diberi pahala. Yang melekat pada tempat itu perlindungan, dan ia berlaku pada siapa pun yang masuk.
  • Kewajiban berhaji Dia batasi bagi yang mampu mengadakan perjalanan. Syaratnya disebut di dalam perintahnya. Yang tak sanggup tak perlu mencari keterangan tambahan.
  • Allah menutup dengan menyebut siapa yang kufur, Dia Mahakaya dari seisi alam. Bukan ancaman. Yang menolak tidak mengurangi apa pun, dan itu yang ditegaskan.