يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan berserah diri.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu ttaquu llaaha haqqa tuqaatihi wa-laa tamuutunna illaa wa-antum muslimuunawahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan berserah diri

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. اتَّقُواttaquubertakwalah kalian
  6. اللَّهَllaahaAllah
  7. حَقَّhaqqabenar
  8. تُقَاتِهِtuqaatihisebenar-benar takwa kepada-Nya
  9. وَلَاwa-laadan janganlah
  10. تَمُوتُنَّtamuutunnakalian mati
  11. إِلَّاillaakecuali
  12. وَأَنْتُمْwa-antumpadahal kalian
  13. مُسْلِمُونَmuslimuunaorang-orang yang berserah diri

Inti bacaan

Perintah 'bertakwalah dengan sebenar-benar takwa' menuntut ketulusan penuh, bukan kepatuhan setengah hati atau formalitas, standar tinggi yang mendorong komitmen total, bukan minimum yang cukup untuk lolos. Konkretnya: komitmen pada nilai-nilai penting sebaiknya diukur dari ketulusan sepenuh hati, bukan sekadar pemenuhan syarat minimal yang tampak cukup di permukaan.

Penjelasan pilihan kata

Muslim diterjemahkan 'berserah diri' konsisten dengan luas.

Tafsiran

Ayat ini memerintahkan takwa yang sesungguhnya dan menegaskan bahwa kematian hendaknya dijemput dalam keadaan berserah diri sepenuhnya kepada Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut ukurannya sebenar-benar takwa. Bukan sekadar takwa. Yang diminta bukan seadanya, melainkan sepenuhnya.
  • Larangan yang menyusul jangan mati kecuali dalam keadaan berserah diri. Yang diatur akhirnya. Bukan matinya yang bisa dipilih, melainkan keadaan pada saat itu.
  • Allah menyapa orang-orang yang sudah beriman. Bukan yang belum. Perintah paling tinggi diarahkan kepada yang sudah berada di dalam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.