وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas. Dan mereka itulah yang bagi mereka azab yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُwa-laa takuunuu ka-lladziina tafarraquu wa-khtalafuu min ba'di maa jaa'ahumu l-bayyinaatudan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas
  2. وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌwa-ulaa'ika lahum 'adzaabun 'azhiimundan mereka itulah yang bagi mereka azab yang agung

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَلَاwa-laadan janganlah
  2. تَكُونُواtakuunuukalian menjadi
  3. كَالَّذِينَka-lladziinaseperti orang-orang yang
  4. تَفَرَّقُواtafarraquumereka berpecah
  5. وَاخْتَلَفُواwa-khtalafuudan mereka berselisih
  6. مِنْmindari
  7. بَعْدِba'disesudah
  8. مَاmaaapa yang
  9. جَاءَهُمُjaa'ahumudatang kepada mereka
  10. الْبَيِّنَاتُl-bayyinaatubukti-bukti nyata
  11. وَأُولَٰئِكَwa-ulaa'ikadan mereka itu
  12. لَهُمْlahumkepada mereka
  13. عَذَابٌ'adzaabunazab
  14. عَظِيمٌ'azhiimunyang agung

Inti bacaan

Larangan 'bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas' menyasar perpecahan yang terjadi justru setelah kejelasan datang, bukan ketidaktahuan, melainkan penolakan terhadap yang sudah jelas. Konkretnya: ketika sebuah kelompok atau komunitas sudah memiliki informasi/prinsip yang jelas namun tetap memecah diri karena ego atau kepentingan sempit, itu pelanggaran yang lebih berat daripada sekadar salah paham, waspadai perpecahan yang munculnya justru setelah semua pihak tahu duduk perkaranya.

Penjelasan pilihan kata

Demonstratif 'ulaa'ika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'mereka itulah'.

Tafsiran

Ayat ini memperingatkan agar tidak mengikuti jejak orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah keterangan jelas datang kepada mereka: azab agung menanti mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka bercerai-berai setelah keterangan yang jelas datang. Bukan sebelumnya. Yang memecah bukan gelapnya perkara, melainkan sesuatu yang tumbuh sesudah perkaranya terang.
  • Yang disebut dua: bercerai-berai, dan berselisih. Satu tentang barisan yang pecah, satu tentang pendapat yang bertabrakan. Keduanya disebutkan terpisah, sebab yang satu bisa terjadi tanpa yang lain.
  • Larangan Allah berbentuk perbandingan: janganlah kalian menjadi seperti mereka. Bukan larangan langsung atas perbuatannya. Peringatan yang menunjuk contoh nyata lebih sulit dilupakan daripada aturan yang berdiri sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.