يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ
Pada hari ketika ada wajah yang memutih dan ada wajah yang menghitam. Adapun orang-orang yang wajah mereka menghitam, “Apakah kalian kufur setelah beriman? Maka rasakanlah azab karena kalian dahulu kufur.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌyawma tabyadhdhu wujuuhun wa-taswaddu wujuuhunpada hari ketika ada wajah yang memutih dan ada wajah yang menghitam
- فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَfa-ammaa lladziina swaddat wujuuhuhum a-kafartum ba'da iimaanikum fa-dzuuquu l-'adzaaba bi-maa kuntum takfuruunaadapun orang-orang yang wajah mereka menghitam, apakah kalian kufur setelah beriman, maka rasakanlah azab karena kalian dahulu kufur
Terjemahan per kata (17 kata)
- يَوْمَyawmahari
- تَبْيَضُّtabyadhdhumenjadi putih
- وُجُوهٌwujuuhunwajah-wajah
- وَتَسْوَدُّwa-taswaddudan menjadi hitam
- وُجُوهٌwujuuhunwajah-wajah
- فَأَمَّاfa-ammaaadapun
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اسْوَدَّتْswaddatmenghitam
- وُجُوهُهُمْwujuuhuhumwajah mereka
- أَكَفَرْتُمْa-kafartumapakah kalian kufur
- بَعْدَba'dasesudah
- إِيمَانِكُمْiimaanikumkeimanan kalian
- فَذُوقُواfa-dzuuquumaka rasakanlah kalian
- الْعَذَابَl-'adzaabaazab
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كُنْتُمْkuntumkalian selalu
- تَكْفُرُونَtakfuruunakalian kufur
Inti bacaan
Drama wajah 'berseri putih' dan 'hitam kelam' di Hari Kiamat dikaitkan langsung dengan pertanyaan 'Apakah kalian ingkar setelah beriman?', yang dipersoalkan bukan sekadar tidak percaya sejak awal, melainkan pengkhianatan terhadap komitmen yang pernah diikrarkan. Konkretnya: mengingkari nilai yang pernah kau akui sendiri kebenarannya jauh lebih serius secara moral daripada tidak pernah mengenalnya sama sekali, jaga konsistensi terhadap keyakinan yang sudah kau nyatakan, bukan cuma terhadap keyakinan yang belum pernah kau uji.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan hari ketika wajah-wajah terbagi: yang berseri dan yang menghitam, bagi yang menghitam karena kufur setelah beriman, teguran langsung menyertai azab yang mereka rasakan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menggambarkan hari itu dengan wajah yang memutih dan yang menghitam. Bukan dengan catatan atau timbangan. Hasil seluruh hidup terbaca dari bagian yang paling terlihat.
- Allah merekam pertanyaan kepada mereka: apakah kalian kufur setelah beriman. Yang dipersoalkan urutannya. Yang pernah sampai lalu berbalik dinilai berbeda dari yang tak pernah sampai.
- Allah menutup dengan menyebut sebabnya: karena kalian dahulu kufur. Sebabnya disebut, bukan hanya akibatnya. Tidak ada yang dibiarkan mengira dirinya diperlakukan tanpa alasan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar y-w-m, b-y-d, w-j-h, s-w-d, k-f-r, b-'-d, a-m-n, dz-w-q, '-dz-b, k-w-n): tabyaddu/taswaddu wujuuh diterjemahkan 'wajah berseri putih/hitam kelam'; kafara diterjemahkan 'ingkar'.