وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan adapun orang-orang yang wajah mereka memutih, maka mereka berada dalam rahmat Allah, kekal di dalamnya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَwa-ammaa lladziina byaddat wujuuhuhum fa-fii rahmati llaahi hum fiihaa khaaliduunadan adapun orang-orang yang wajah mereka memutih, maka mereka berada dalam rahmat Allah, kekal di dalamnya
Aplikasi
Wajah 'putih berseri' sebagai pasangan kontras dari ayat sebelumnya menunjukkan bahwa rahmat Allah adalah konsekuensi dari bertahan pada iman yang sudah diikrarkan, bukan hadiah acak. Konkretnya: ketekunan menjaga komitmen yang sudah diambil, bukan sekadar mengawali dengan baik, yang berbuah pada akhirnya; jangan menilai keberhasilan hidup hanya dari titik awal, melainkan dari apakah kau bertahan sampai akhir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…eri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga). Mereka ke…”. sebagian penerjemah: 'And as for those whose faces will be white: , in the mercy of God; therein they abide eternally.' Corpus ayat ini: «raHomapi, tanpa-al».