تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۗ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعَالَمِينَ
Itulah tanda-tanda Allah, Kami bacakan kepadamu dengan benar, dan Allah tidak berkehendak melakukan kezaliman pada seisi alam.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّtilka aayaatu llaahi natluuhaa alayka bi-l-haqqiitulah tanda-tanda Allah, Kami bacakan kepadamu dengan benar
- وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعَالَمِينَwa-maa llaahu yuriidu zhulman li-l-aalamiinadan Allah tidak berkehendak melakukan kezaliman pada seisi alam
Catatan pilihan kata (ringkas)
sebagian penerjemah: 'Those are the proofs of God; We recite them to thee in truth; and God desires not injustice for all mankind.' Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih.
Aplikasi
Frasa 'tidaklah Allah berkehendak melakukan kezaliman pada seisi alam', terjemahan ini merender aalamiin secara universal, bukan terbatas pada satu bangsa atau umat tertentu. Konkretnya: prinsip keadilan yang berlaku di sini bersifat universal, tidak pandang bulu, jangan berasumsi kelompokmu sendiri mendapat pengecualian dari standar keadilan yang sama yang berlaku bagi semua orang.