وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ
Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; dan kepada Allah dikembalikan segala perkara.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِwa-lillaahi maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardidan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi
- وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُwa-ilaa llaahi turja'u l-umuurudan kepada Allah dikembalikan segala perkara
Aplikasi
Bahwa 'segala perkara dikembalikan kepada Allah' menempatkan setiap urusan manusia, betapa pun tampak final di permukaan, dalam rangka pertanggungjawaban yang lebih besar. Konkretnya: keputusan-keputusan penting sebaiknya diambil dengan kesadaran bahwa itu bukan kata akhir yang tak tergugat; ada horizon akuntabilitas di luar penilaian manusia yang perlu selalu diingat justru saat kita merasa paling berkuasa atas suatu perkara.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, s-m-w, a-r-d, r-j-', a-m-r): al-umuur diterjemahkan 'segala perkara' (akar a-m-r putaran 55). Selaras.