ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

Kehinaan ditimpakan kepada mereka di mana saja mereka ditemukan, kecuali dengan berpegang pada tali dari Allah dan tali dari manusia, dan mereka kembali membawa murka dari Allah, dan kesengsaraan ditimpakan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka dahulu kufur terhadap tanda-tanda Allah dan membunuh para nabi tanpa hak. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan dahulu melampaui batas.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُdhuribat 'alayhimu dz-dzillatu ayna maa tsuqifuu illaa bi-hablin mina llaahi wa-hablin mina n-naasi wa-baa'uu bi-ghadhabin mina llaahi wa-dhuribat 'alayhimu l-maskanatukehinaan ditimpakan kepada mereka di mana saja mereka ditemukan, kecuali dengan berpegang pada tali dari Allah dan tali dari manusia, dan mereka kembali membawa murka dari Allah, dan kesengsaraan ditimpakan kepada mereka
  2. ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّdzaalika bi-annahum kaanuu yakfuruuna bi-aayaati llaahi wa-yaqtuluuna l-anbiyaa'a bi-ghayri haqqinyang demikian itu karena mereka dahulu kufur terhadap tanda-tanda Allah dan membunuh para nabi tanpa hak
  3. ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَdzaalika bi-maa 'ashaw wa-kaanuu ya'taduunayang demikian itu karena mereka durhaka dan dahulu melampaui batas

Terjemahan per kata (35 kata)

  1. ضُرِبَتْdhuribatditimpakan
  2. عَلَيْهِمُ'alayhimuatas mereka
  3. الذِّلَّةُdz-dzillatukenistaan
  4. أَيْنَaynadi mana
  5. مَاmaaapa yang
  6. ثُقِفُواtsuqifuumereka ditemukan
  7. إِلَّاillaakecuali
  8. بِحَبْلٍbi-hablindengan tali
  9. مِنَminadari
  10. اللَّهِllaahiAllah
  11. وَحَبْلٍwa-hablindan tali
  12. مِنَminadari
  13. النَّاسِn-naasimanusia
  14. وَبَاءُواwa-baa'uudan mereka kembali membawa
  15. بِغَضَبٍbi-ghadhabindengan kemurkaan
  16. مِنَminadari
  17. اللَّهِllaahiAllah
  18. وَضُرِبَتْwa-dhuribatdan ditimpakan
  19. عَلَيْهِمُ'alayhimuatas mereka
  20. الْمَسْكَنَةُl-maskanatukemiskinan
  21. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  22. بِأَنَّهُمْbi-annahumkarena sesungguhnya mereka
  23. كَانُواkaanuumereka selalu
  24. يَكْفُرُونَyakfuruunakufur
  25. بِآيَاتِbi-aayaatipada tanda-tanda
  26. اللَّهِllaahiAllah
  27. وَيَقْتُلُونَwa-yaqtuluunadan membunuh
  28. الْأَنْبِيَاءَl-anbiyaa'apara nabi
  29. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  30. حَقٍّhaqqinkebenaran
  31. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  32. بِمَاbi-maakarena apa yang
  33. عَصَوْا'ashawmereka durhaka
  34. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  35. يَعْتَدُونَya'taduunamelampaui batas

Inti bacaan

terjemahan ini mempertahankan dua tali yang disebut sejajar, 'tali dari Allah dan tali dari manusia', membuang tambahan '(agama)' yang mereduksi ayat ini jadi soal vertikal semata. Konkretnya: keamanan dan martabat suatu kelompok butuh dua hal sekaligus, kelurusan hubungan dengan prinsip/Allah, dan ikatan/perjanjian yang sah dengan sesama manusia secara sosial-politik; mengandalkan salah satu saja dan mengabaikan yang lain adalah resep menuju kehinaan yang disebutkan ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan kehinaan dan murka yang menimpa mereka di mana pun berada, kecuali bila berpegang pada perlindungan Allah dan manusia: akibat dari kekufuran mereka terhadap tanda-tanda Allah, pembunuhan para nabi tanpa hak, kedurhakaan, dan pelampauan batas yang terus-menerus.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua tali: tali dari-Nya dan tali dari manusia. Keduanya disebut sejajar. Yang menyelamatkan bukan cuma hubungan ke atas, melainkan juga hubungan yang dijaga dengan sesama.
  • Keterangan yang dipakai di mana saja mereka ditemukan. Tidak ada tempat yang dikecualikan. Yang digambarkan bukan hukuman di satu negeri, melainkan keadaan yang terbawa ke mana pun mereka pergi.
  • Di tengah kalimat yang keras itu Allah menyisipkan kata kecuali. Jalan keluarnya disebutkan di dalam kalimat ancamannya sendiri. Keterangan yang menyertakan pengecualian tidak pernah benar-benar menutup pintu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

tambahan terjemahan lain “(agama)” DIBUANG dari ayat ini. Arab: إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ, hablin MINA llaahi wa-hablin MINA n-naas = 'tali DARI Allah dan tali DARI manusia'; Corpus: ayat ini TIDAK memuat kata diin sama sekali; “(agama)” murni interpolasi tafsir terjemahan lain (sejenis “(kebesaran)” pada aayah & “(siksaan)” pada 21:42), dan lebih tajam: ia menyisipkan justru konsep yang teksnya tidak sebut. Kerangka diin proyek (diin=pertanggungjawaban, bukan institusi-agama) membuat tambahan ini bukan sekadar tambahan netral. terjemahan ini mengembalikan frasa telanjangnya. Gloss “(perjanjian)” ikut dibuang demi simetri, keduanya interpolasi pada frasa habl yang sama. akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.