مَثَلُ مَا يُنْفِقُونَ فِي هَٰذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Perumpamaan apa yang mereka nafkahkan dalam kehidupan dunia ini seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa sangat dingin, yang menimpa tanaman suatu kaum yang menzalimi diri mereka, lalu membinasakannya. Dan Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَثَلُ مَا يُنْفِقُونَ فِي هَٰذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُmatsalu maa yunfiquuna fii haadzihi l-hayaati d-dunyaa ka-matsali riihin fiihaa shirrun ashaabat hartsa qawmin zhalamuu anfusahum fa-ahlakatsuperumpamaan apa yang mereka nafkahkan dalam kehidupan dunia ini seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa sangat dingin, yang menimpa tanaman suatu kaum yang menzalimi diri mereka, lalu membinasakannya
  2. وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَwa-maa zhalamahumu llaahu wa-laakin anfusahum yazhlimuunadan Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. مَثَلُmatsaluperumpamaan
  2. مَاmaaapa yang
  3. يُنْفِقُونَyunfiquunamenginfakkan
  4. فِيfiidalam
  5. هَٰذِهِhaadzihiini
  6. الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
  7. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  8. كَمَثَلِka-matsaliseperti perumpamaan
  9. رِيحٍriihinangin
  10. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  11. صِرٌّshirrunsangat dingin
  12. أَصَابَتْashaabatmenimpa
  13. حَرْثَhartsaladang
  14. قَوْمٍqawminkaum
  15. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  16. أَنْفُسَهُمْanfusahumdiri mereka sendiri
  17. فَأَهْلَكَتْهُfa-ahlakatsumaka membinasakannya
  18. وَمَاwa-maadan tidaklah
  19. ظَلَمَهُمُzhalamahumumenzalimi mereka
  20. اللَّهُllaahuAllah
  21. وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
  22. أَنْفُسَهُمْanfusahumdiri mereka sendiri
  23. يَظْلِمُونَyazhlimuunamenzalimi

Inti bacaan

Perumpamaan infak yang musnah seperti tanaman dihantam angin dingin diletakkan pada kaum yang 'menzalimi diri mereka sendiri', kehancuran itu berakar dari kerusakan niat/batin pelakunya sendiri, bukan nasib buruk dari luar. Konkretnya: ketika kebaikan atau usaha yang sudah dikeluarkan terasa sia-sia, periksa dulu niat dan cara yang mendasarinya, kegagalan yang berulang sering berakar pada kekeliruan diri sendiri, bukan semata faktor eksternal yang tak terkendali.

Penjelasan pilihan kata

Demonstratif 'haadzihi' (dekat, FS) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'ini'.

Tafsiran

Ayat ini memberi perumpamaan tentang nafkah orang-orang yang menzalimi diri sendiri: seperti tanaman yang dibinasakan oleh angin yang sangat dingin, kebinasaan itu bukan kezaliman Allah, melainkan akibat perbuatan mereka sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Perumpamaannya angin dingin yang menimpa tanaman suatu kaum yang menzalimi diri sendiri. Yang binasa hasil kerja mereka. Allah menyandingkan pemberian yang sia-sia dengan panen yang mati sebelum sempat dipetik.
  • Alat perusaknya angin yang mengandung hawa sangat dingin. Bukan api atau banjir. Yang dipilih sesuatu yang tak terlihat dan tak bersuara, dan justru itu yang membuatnya sulit dijaga.
  • Kalimat penutupnya menegaskan Allah tidak menzalimi mereka, merekalah yang menzalimi diri sendiri. Sebabnya dikembalikan. Yang tampak sebagai musibah dari luar disebut sebagai sesuatu yang tumbuh dari dalam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-ts-l, n-f-q, h-y-y, d-n-w, r-w-h, s-r-r, s-w-b, h-r-ts, q-w-m, zh-l-m, n-f-s, h-l-k, a-l-h): mathal diterjemahkan 'perumpamaan'; yunfiquun diterjemahkan 'nafkahkan' (putaran 86); zhalamuu anfusahum diterjemahkan 'menzalimi diri' (nafs). Selaras.