وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Dan ingatlah ketika engkau berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu, engkau menempatkan orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran. Dan Allah mendengar lagi berilmu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِwa-idz ghadawta min ahlika tubawwi'u l-mu'miniina maqaa'ida li-l-qitaalidan ingatlah ketika engkau berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu, engkau menempatkan orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran
- وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌwallaahu samii'un aliimundan Allah mendengar lagi berilmu
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih..
Aplikasi
Persiapan Nabi mengatur posisi pasukan sebelum pertempuran, bukan langsung bertempur tanpa rencana, menunjukkan bahwa tawakal tidak meniadakan perencanaan matang. Konkretnya: kepercayaan pada pertolongan Allah semestinya berjalan bersama ikhtiar taktis yang serius, bukan sebagai pengganti perencanaan; menyerahkan hasil kepada Allah tidak membebaskan seseorang dari kewajiban mempersiapkan langkah dengan cermat.