إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Ketika dua golongan di antara kalian hendak gentar, padahal Allah pelindung keduanya. Dan hanya kepada Allah hendaklah orang-orang beriman bertawakal.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَاidz hammat thaa'ifataani minkum an tafsyalaa wa-llaahu waliyyuhumaaketika dua golongan di antara kalian hendak gentar, padahal Allah pelindung keduanya
- وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَwa-'alaa llaahi fa-l-yatawakkali l-mu'minuunadan hanya kepada Allah hendaklah orang-orang beriman bertawakal
Terjemahan per kata (12 kata)
- إِذْidzketika
- هَمَّتْhammatbertekad
- طَائِفَتَانِthaa'ifataanidua golongan
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- أَنْanuntuk
- تَفْشَلَاtafsyalaakeduanya gentar
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- وَلِيُّهُمَاwaliyyuhumaapelindung keduanya
- وَعَلَىwa-'alaadan atas
- اللَّهِllaahiAllah
- فَلْيَتَوَكَّلِfa-l-yatawakkalimaka hendaklah bertawakal
- الْمُؤْمِنُونَl-mu'minuunaorang-orang beriman
Inti bacaan
Ketika dua golongan 'hendak mundur karena kecut' pada masa genting, ayat ini tidak mencela rasa takut itu sendiri, melainkan menegaskan bahwa Allah tetap pelindung mereka di titik paling goyah itu, sehingga solusinya adalah bertawakal, bukan mundur. Konkretnya: merasa gentar atau ingin menyerah di tengah krisis adalah manusiawi dan bukan aib; yang menentukan adalah apakah kegentaran itu dituruti jadi keputusan mundur, atau dijawab dengan bersandar lebih kuat pada prinsip yang sudah dipegang.
Tafsiran
Ayat ini mengungkap saat dua golongan pasukan nyaris gentar, namun Allah menjadi pelindung keduanya: pengingat agar tawakal ditujukan hanya kepada Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut dua golongan di antara kalian hendak gentar. Hampir, belum terjadi. Yang direkam bukan kegagalan, melainkan saat mereka nyaris gagal.
- Di tengah kalimat itu Dia menyisipkan: padahal Allah pelindung keduanya. Justru saat mereka gentar. Yang menahan mereka bukan keberanian, melainkan penjagaan yang tak mereka sadari.
- Penutupnya memindahkan sandaran: hanya kepada-Nya orang beriman bertawakal. Kata hanya membatasi. Yang diperbaiki bukan rasa gentarnya, melainkan ke mana ia bersandar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-m-m, t-w-f, f-sh-l, a-l-h, w-l-y, w-k-l, a-m-n): tawakkal diterjemahkan 'bertawakal' (akar w-k-l putaran 61); walii diterjemahkan 'pelindung'; tafshalaa diterjemahkan 'mundur karena kecut'.