وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan sungguh, Allah telah menolong kalian di Badar, padahal kalian adalah orang-orang lemah. Maka bertakwalah kepada Allah, agar kalian bersyukur.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌwa-la-qad nasharakumu llaahu bi-badrin wa-antum adzillatundan sungguh, Allah telah menolong kalian di Badar, padahal kalian adalah orang-orang lemah
  2. فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَfa-ttaquu llaaha la'allakum tasykuruunamaka bertakwalah kepada Allah agar kalian bersyukur

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. نَصَرَكُمُnasharakumumenolong kalian
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. بِبَدْرٍbi-badrindi Badar
  5. وَأَنْتُمْwa-antumpadahal kalian
  6. أَذِلَّةٌadzillatunorang-orang yang lemah
  7. فَاتَّقُواfa-ttaquumaka jagalah diri dari
  8. اللَّهَllaahaAllah
  9. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  10. تَشْكُرُونَtasykuruunabersyukur

Inti bacaan

Pertolongan di Badar datang justru ketika kaum mukmin 'lemah' secara jumlah dan perlengkapan, keterbatasan sumber daya bukan penghalang hasil baik. Konkretnya: jangan menunda bertindak atau menyerah pada suatu perjuangan hanya karena merasa kalah modal atau kalah jumlah dibanding lawan, banyak keberhasilan justru tercatat berasal dari posisi yang secara material tampak lemah.

Tafsiran

Ayat ini mengingatkan kemenangan di Badar sebagai bukti pertolongan Allah kepada kaum yang saat itu lemah: dasar bagi seruan takwa dan syukur.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Badar dengan nama tempatnya. Bukan sebagai peristiwa umum. Satu nama yang mereka ingat sendiri.
  • Kelemahan mereka disebut apa adanya, tidak dihaluskan. Kalian waktu itu lemah. Kemenangan tidak dinisbahkan pada kekuatan mereka.
  • Perintah yang menyusul takwa, bukan bangga. Allah menyambungkan kenangan menang dengan seruan bertakwa. Yang diingat bukan hebatnya, melainkan ditolongnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).