وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُمْ بِهِ ۗ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
Dan Allah tidak menjadikannya kecuali sebagai kabar gembira bagi kalian, dan agar hati kalian tenteram karenanya. Dan tidak ada pertolongan kecuali dari sisi Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُمْ بِهِwa-maa ja'alahu llaahu illaa bushraa lakum wa-li-tatma'inna quluubukum bihidan Allah tidak menjadikannya kecuali sebagai kabar gembira bagi kalian, dan agar hati kalian tenteram karenanya
- وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِwa-maa n-nasru illaa min indi llaahi l-aziizi l-hakiimidan tidak ada pertolongan kecuali dari sisi Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan perkasa diterjemahkan 'Sang Digdaya' (takrif corpus) + (kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP); pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, rendering terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.
Aplikasi
Bantuan malaikat secara eksplisit disebut hanya sebagai 'kabar gembira' dan penenang hati, sementara kemenangan sejati datang murni dari Allah, sarana yang tampak (pasukan, bantuan) bukan sumber hasil itu sendiri. Konkretnya: gunakan segala sumber daya dan dukungan yang tersedia dengan penuh syukur, tapi jangan letakkan kepercayaan utamamu pada sarana itu sendiri, sarana bisa membantu menenangkan hati, tapi bukan penjamin hasil akhir.