لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَ

Agar Dia memotong sebagian dari orang-orang yang kufur, atau menundukkan mereka sehingga mereka kembali dalam keadaan kecewa.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَli-yaqta'a tarafan mina lladziina kafaruu aw yakbitahum fa-yanqalibuu khaa'ibiinaagar Dia memotong sebagian dari orang-orang yang kufur, atau menundukkan mereka sehingga mereka kembali dalam keadaan kecewa
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-t-', t-r-f, k-f-r, k-b-t, q-l-b, kh-y-b): yaqta'a tarafan diterjemahkan 'memotong sebagian'; yankalibuu khaa'ibiin diterjemahkan 'BERBALIK dengan kecewa' (akar q-l-b putaran 73: inqalaba=berbalik). Selaras makna.

Aplikasi

Tujuan pertempuran di sini digambarkan bukan pembalasan dendam tanpa batas, melainkan menahan/menundukkan sehingga pihak lawan 'berbalik dengan kecewa', hasil yang terukur dan terbatas. Konkretnya: dalam konflik apa pun, ada beda antara tujuan yang proporsional (menghentikan bahaya) dan dorongan membalas tanpa batas, yang pertama punya legitimasi moral, yang kedua tidak.