لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ
Hal itu sama sekali bukan urusanmu, apakah Dia menerima tobat mereka atau mengazab mereka; sesungguhnya mereka adalah orang-orang zalim.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَlaysa laka mina l-amri syay'un aw yatuuba 'alayhim aw yu'adzdzibahum fa-innahum zhaalimuunahal itu sama sekali bukan urusanmu, apakah Dia menerima tobat mereka atau mengazab mereka; sesungguhnya mereka orang-orang zalim
Terjemahan per kata (12 kata)
- لَيْسَlaysabukanlah
- لَكَlakabagimu
- مِنَminadari
- الْأَمْرِl-amriurusan
- شَيْءٌsyay'unsesuatu
- أَوْawatau
- يَتُوبَyatuubabertobat
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- أَوْawatau
- يُعَذِّبَهُمْyu'adzdzibahummengazab mereka
- فَإِنَّهُمْfa-innahummaka sesungguhnya mereka
- ظَالِمُونَzhaalimuunaorang-orang yang zalim
Inti bacaan
'Sama sekali bukan menjadi urusanmu' menegaskan batas kewenangan manusia, bahkan seorang Nabi, atas nasib akhir orang lain; itu murni keputusan Allah. Konkretnya: sekeras apa pun kau merasa berhak menghukumi atau memutuskan nasib moral orang lain, bahkan musuh sekalipun, ingat bahwa keputusan final ada di luar wewenangmu, fokuslah pada tindakanmu sendiri, bukan pada memutuskan siapa yang layak dihukum atau diampuni.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan batas kewenangan manusia: keputusan menerima tobat atau mengazab sepenuhnya di tangan Allah, bukan Rasul.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut hal itu sama sekali bukan urusannya. Kepada yang diutus. Batas kewenangannya dinyatakan dengan kalimat yang paling tegas.
- Dua kemungkinan disebut sejajar: menerima tobat mereka, atau mengazab mereka. Sepasang. Dua-duanya sama-sama di luar tangannya.
- Allah menutup dengan sesungguhnya mereka orang-orang zalim. Sesudah menutup kewenangannya. Kesalahan mereka tetap diakui, cuma putusannya bukan miliknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain 'menerima tobat' diterjemahkan terjemahan ini 'menyambut tobat' (agensi aktif dipulihkan; crux 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu'). Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3.