وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِwa-li-llaahi maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhidan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi
  2. يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُyaghfiru li-man yasyaa'u wa-yu'adzdzibu man yasyaa'uDia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki
  3. وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌwa-llaahu ghafuurun rahiimundan Allah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  2. مَاmaaapa yang
  3. فِيfiidi
  4. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  5. وَمَاwa-maadan apa yang
  6. فِيfiidi
  7. الْأَرْضِl-ardhibumi
  8. يَغْفِرُyaghfirumengampuni
  9. لِمَنْli-manbagi siapa yang
  10. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  11. وَيُعَذِّبُwa-yu'adzdzibudan Dia mengazab
  12. مَنْmanorang yang
  13. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  14. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  15. غَفُورٌghafuurunpengampun
  16. رَحِيمٌrahiimunpengasih

Inti bacaan

Bahwa Allah 'mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki' menegaskan pengampunan bukan hasil kalkulasi mekanis manusia atas 'siapa yang pantas'. Konkretnya: jangan bersikap seolah kau bisa menghitung secara pasti siapa yang layak dimaafkan dan siapa yang tidak, baik untuk dirimu sendiri (jangan putus asa dari ampunan) maupun untuk menilai orang lain (jangan sok tahu menghukumi siapa yang tak termaafkan).

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kepemilikan mutlak Allah atas langit dan bumi, dan bahwa pengampunan maupun azab sepenuhnya kehendak-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut kepemilikan sebelum menyebut mengampuni dan mengazab. Berurutan. Hak memutuskan disandarkan pada hak memiliki.
  • Dua arah disebut dengan rumusan yang sama: siapa yang Dia kehendaki. Sejajar. Mengampuni dan mengazab diletakkan setara dalam kalimatnya.
  • Allah menutupnya dengan pengampun lagi pengasih. Bukan dengan yang keras hukumannya. Dari dua yang setara, yang satu yang dipilih untuk penutupnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya (a) “Maha”, superlatif yang TIDAK ADA di teks. Ghafuur berpola fa'uul & rahiim berpola fa'iil: intensif, bukan superlatif (bandingkan arham, pola af'al = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain tidak memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151). (b) “Yang”, kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: “pengampun lagi pengasih”, huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik terjemahan lain SENDIRI: di 9:128 ia menulis rahiim diterjemahkan “penyayang” POLOS, tanpa “Maha”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaanrahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Dalam ayat ini, kata dari akar gh-f-r dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.