يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda, dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةًyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa ta'kuluu r-ribaa adh'aafan mudhaa'afatanwahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda
  2. وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَwa-ttaquu llaaha la'allakum tuflihuunadan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. لَاlaajanganlah
  6. تَأْكُلُواta'kuluukalian makan
  7. الرِّبَاr-ribaariba
  8. أَضْعَافًاadh'aafanberlipat ganda
  9. مُضَاعَفَةًmudhaa'afatanberlipat ganda
  10. وَاتَّقُواwa-ttaquudan jagalah diri dari
  11. اللَّهَllaahaAllah
  12. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  13. تُفْلِحُونَtuflihuunakalian beruntung

Inti bacaan

Larangan di sini secara spesifik menyasar riba yang 'berlipat ganda', pola bunga yang membengkak secara eksponensial, bukan sekadar transaksi berbunga secara umum. Konkretnya: waspadai skema utang atau investasi yang strukturnya membuat kewajiban terus membesar tanpa batas wajar (bunga-berbunga, denda berlipat), itulah pola spesifik yang dicela ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini beralih ke larangan riba berlipat ganda, disertai seruan takwa sebagai jalan keberuntungan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut berlipat ganda, bukan sekadar tambahan. Yang disorot pembengkakannya. Bukan angka awalnya.
  • Sesudah larangan disebut seruan bertakwa. Bukan sanksi. Yang ditawarkan keberuntungan.
  • Larangan uang disambungkan Allah dengan takwa. Bukan dua ranah terpisah. Dompet dan hati satu urusan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menambahkan footnote (mendefinisikan riba nasiah) dan konteks historis (pembiayaan Perang Uhud) di luar teks ayat. terjemahan ini menahan pada yang tersurat: ad'aafan mudaa'afah (akar d-'-f, jamak ad'aaf + partisip Bentuk ketiga mudaa'afah = penekanan ganda) diterjemahkan 'berlipat ganda', tanpa menetapkan klasifikasi fikih riba (itu tafsir, bukan terjemahan). Riba dipertahankan kata serapan (akar r-b-w = 'tumbuh/bertambah', lih. lexicography). Apakah kualifikasi 'berlipat ganda' membatasi cakupan larangan = pertanyaan terbuka (lih. consistency_analysis + entri 2:275). Ayat KUNCI dlm perdebatan cakupan riba, lih. analisis lengkap di entri '2:275'. Kualifikasi eksplisit di sini adalah dasar tekstual utama bacaan modernis; ketiadaan kualifikasi serupa di 2:275-279 adalah dasar tekstual utama bacaan mainstream. terjemahan ini mencatat keduanya tanpa memutuskan. sebagian penerjemah menerjemahkan 'doubled and redoubled' scr literal tanpa elaborasi lebih jauh soal implikasinya thd cakupan istilah riba. Frasa 'ad'aafan mudaa'afah' memakai penekanan ganda (bentuk jamak + partisip Bentuk ketiga), scr gramatikal ini penekanan kuat pada sifat 'berlipat ganda', bukan kata hiasan kosong.