الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarah, dan orang-orang yang memaafkan manusia. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِalladziina yunfiquuna fii s-sarraa'i wa-dh-dharraa'i wa-l-kaazhimiina l-ghayzha wa-l-'aafiina 'ani n-naasiyaitu orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarah, dan orang-orang yang memaafkan manusia
- وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَwa-llaahu yuhibbu l-muhsiniinadan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan
Terjemahan per kata (13 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- يُنْفِقُونَyunfiquunamenginfakkan
- فِيfiidi
- السَّرَّاءِs-sarraa'ikelapangan
- وَالضَّرَّاءِwa-dh-dharraa'idan penderitaan
- وَالْكَاظِمِينَwa-l-kaazhimiinadan orang-orang yang menahan amarah
- الْغَيْظَl-ghayzhakemarahan
- وَالْعَافِينَwa-l-'aafiinadan orang-orang yang memaafkan
- عَنِ'aniterhadap
- النَّاسِn-naasimanusia
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- يُحِبُّyuhibbumencintai
- الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan
Inti bacaan
Ciri yang disebut ayat ini sangat konkret: berinfak baik di waktu lapang maupun sempit (bukan cuma ketika mudah), mengendalikan kemurkaan (menahan, bukan meluapkan amarah), dan memaafkan kesalahan orang lain. Konkretnya: jadikan tiga hal ini ukuran praktis harian, apakah kau tetap memberi ketika keadaanmu sendiri sedang sulit, apakah kau menahan diri saat marah alih-alih melampiaskannya, dan apakah kau benar-benar memaafkan, bukan sekadar diam menyimpan dendam.
Tafsiran
Ayat ini merinci ciri-ciri orang bertakwa yang dijanjikan taman seluas langit-bumi: berinfak dalam segala keadaan, mampu menahan amarah, dan pemaaf terhadap sesama.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka berinfak di waktu lapang maupun sempit. Dua-duanya. Yang dinilai bukan jumlahnya, melainkan bahwa ia tak berhenti saat keadaan berubah.
- Dua sifat berurutan: menahan amarah, lalu memaafkan manusia. Bertingkat. Menahan saja belum disebut cukup tanpa yang kedua.
- Penutupnya menyebut Dia mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Bukan yang menahan diri. Sesudah tiga sifat yang semuanya berupa menahan, yang dipuji justru berbuat lebih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. …”. -f-w: 31/31 selaras; afuwwun ghafuur = komplementer hapus+tutup, bukan pengulangan. Dalam ayat ini, “'aafiin” bertakrif (memakai kata sandang al-).