وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri mereka sendiri, mereka mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka , dan siapa yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? , dan mereka tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan itu, padahal mereka mengetahui.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَwa-lladziina idzaa fa'aluu faahisyatan aw zhalamuu anfusahum dzakaruu llaaha fa-staghfaruu li-dzunuubihim wa-man yaghfiru dz-dzunuuba illaa llaahu wa-lam yushirruu 'alaa maa fa'aluu wa-hum ya'lamuunadan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri mereka sendiri, mereka mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka, dan siapa yang mengampuni dosa-dosa selain Allah, dan mereka tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan itu padahal mereka mengetahui
Terjemahan per kata (23 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- إِذَاidzaaapabila
- فَعَلُواfa'aluumereka melakukan
- فَاحِشَةًfaahisyatankekejian
- أَوْawatau
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- أَنْفُسَهُمْanfusahumdiri mereka sendiri
- ذَكَرُواdzakaruumereka menyebut
- اللَّهَllaahaAllah
- فَاسْتَغْفَرُواfa-staghfaruumaka mereka memohon ampun
- لِذُنُوبِهِمْli-dzunuubihimatas dosa-dosa mereka
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَغْفِرُyaghfirumengampuni
- الذُّنُوبَdz-dzunuubadosa-dosa
- إِلَّاillaakecuali
- اللَّهُllaahuAllah
- وَلَمْwa-lamdan tidak
- يُصِرُّواyushirruumereka terus-menerus
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- فَعَلُواfa'aluumereka melakukan
- وَهُمْwa-humdan mereka
- يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
Inti bacaan
Model pertobatan di sini bukan soal tidak pernah salah, melainkan segera mengingat dan memohon ampun begitu sadar, lalu, kuncinya, 'tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan'. Konkretnya: ukuran integritas bukan rekam jejak tanpa cela, melainkan apakah kau berhenti mengulangi kesalahan yang sudah kau sadari, bukan terus merasionalisasi dan melanjutkannya.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi ciri orang bertakwa: ketika terjerumus dalam kesalahan, mereka segera mengingat Allah dan memohon ampun, serta tidak mengulangi kesalahan itu dengan sadar, sebab hanya Allah yang mampu mengampuni dosa.
Renungan dan Hikmah
- Allah memasukkan yang pernah berbuat keji ke dalam daftar orang bertakwa. Bukan mengecualikan. Yang menentukan bukan bersihnya, melainkan apa yang dikerjakan sesudahnya.
- Urutannya: mengingat Allah, lalu memohon ampun. Ingat lebih dahulu. Yang menggerakkan tobat bukan rasa bersalah, melainkan teringat kepada siapa.
- Allah menutup dengan mereka tidak meneruskan. Sesudah bicara ampunan. Ukurannya bukan tak pernah jatuh, melainkan tak kembali jatuh dengan sengaja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'istaghfara' dan 'ghafara' sama-sama tanpa kata sandang al-. istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun' · ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').