وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri mereka sendiri, mereka mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka , dan siapa yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? , dan mereka tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan itu, padahal mereka mengetahui.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَwa-lladziina idzaa fa'aluu faahishatan aw zhalamuu anfusahum dzakaruu llaaha fa-staghfaruu li-dzunuubihim wa-man yaghfiru dz-dzunuuba illaa llaahu wa-lam yusirruu alaa maa fa'aluu wa-hum ya'lamuunadan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri mereka sendiri, mereka mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka, dan siapa yang mengampuni dosa-dosa selain Allah, dan mereka tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan itu padahal mereka mengetahui
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: 'And those who, when they commit sexual immorality1 or wrong their souls, remember God, and ask forgiveness for their transgressions2, and who forgives transgressions3 save God?, and persist not in what they did when they know.4' Corpus ayat ini: «{sotagofaru, tanpa-al»; «yagofiru, tanpa-al». istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun' · ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').
Aplikasi
Model pertobatan di sini bukan soal tidak pernah salah, melainkan segera mengingat dan memohon ampun begitu sadar, lalu, kuncinya, 'tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan'. Konkretnya: ukuran integritas bukan rekam jejak tanpa cela, melainkan apakah kau berhenti mengulangi kesalahan yang sudah kau sadari, bukan terus merasionalisasi dan melanjutkannya.