قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Sungguh telah berlalu sebelum kalian sunnah-sunnah; maka berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendusta.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَqad khalat min qablikum sunanun fa-siiruu fii l-ardhi fa-nzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu l-mukadzdzibiinasungguh telah berlalu sebelum kalian sunnah-sunnah, maka berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendusta

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. قَدْqadsungguh
  2. خَلَتْkhalattelah berlalu
  3. مِنْmindari
  4. قَبْلِكُمْqablikumsebelum kalian
  5. سُنَنٌsunanunjalan-jalan
  6. فَسِيرُواfa-siiruumaka berjalanlah kalian
  7. فِيfiidi
  8. الْأَرْضِl-ardhibumi
  9. فَانْظُرُواfa-nzhuruumaka perhatikanlah kalian
  10. كَيْفَkayfabagaimana
  11. كَانَkaanaadalah
  12. عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
  13. الْمُكَذِّبِينَl-mukadzdzibiinaorang-orang yang mendustakan

Inti bacaan

'Sunnah-sunnah' di sini dikaitkan dengan ajakan konkret 'berjalanlah di bumi, perhatikanlah', pola sejarah yang bisa diamati secara empiris, bukan sekadar dogma yang harus dipercaya begitu saja. Konkretnya: pelajari sejarah dan nasib masyarakat atau peradaban lain sebagai bukti nyata konsekuensi jangka panjang dari pilihan kolektif, pengamatan itu sendiri, bukan cuma nasihat abstrak, adalah metode yang dianjurkan ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini mengajak merenungkan pola sejarah yang berulang: perhatikan kesudahan umat-umat pendusta terdahulu sebagai pelajaran.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh berjalan di bumi lalu memperhatikan. Dua kerja. Yang diminta bukan percaya, melainkan memeriksa.
  • Yang disebut sunnah-sunnah, bentuk jamak. Bukan satu pola. Yang berulang banyak, dan banyaknya itu yang membuatnya bisa diandalkan.
  • Allah menyebut yang diperhatikan kesudahan mereka. Bukan perbuatannya. Yang dipelajari ujungnya, dan ujung itu masih bisa dilihat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-l-w, q-b-l, s-n-n, s-y-r, a-r-d, n-zh-r, k-y-f, k-w-n, '-q-b, k-dz-b): sunan diterjemahkan 'sunnah-sunnah' yang DIAMATI, gloss '(Allah)' dibuang. akar s-n-n (putaran 57/S4-053): sunnah=keteraturan sejarah yang DIAMATI ('berjalanlah di bumi, perhatikan'), nisbatnya bukan ke Nabi. mukadhdhibiin diterjemahkan 'para pendusta'.