وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Dan janganlah kalian lemah, dan jangan bersedih, padahal kalianlah yang lebih tinggi, jika kalian orang-orang beriman.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَwa-laa tahinuu wa-laa tahzanuu wa-antumu l-a'lawna in kuntum mu'miniinadan janganlah kalian lemah, dan jangan bersedih, padahal kalianlah yang lebih tinggi, jika kalian orang-orang beriman
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَهِنُواtahinuukalian lemah
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَحْزَنُواtahzanuukalian bersedih
- وَأَنْتُمُwa-antumudan kalian
- الْأَعْلَوْنَl-a'lawnaorang-orang yang lebih tinggi
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- مُؤْمِنِينَmu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Larangan '(merasa) lemah' dan 'bersedih hati' disandingkan dengan pengingat status, 'kalian paling tinggi derajatnya', sebagai penopang mental menghadapi kekalahan pascaperang Uhud. Konkretnya: saat mengalami kemunduran, jangkarkan ketahanan mentalmu pada nilai atau tujuan yang lebih besar dari hasil sesaat itu, kekalahan satu babak tidak meniadakan makna perjuanganmu secara keseluruhan.
Tafsiran
Ayat ini menghibur setelah kekalahan di Uhud: kelemahan dan kesedihan tak semestinya, karena kedudukan orang beriman sejatinya lebih tinggi.
Renungan dan Hikmah
- Allah melarang dua hal sekaligus sesudah kekalahan. Lemah dan sedih. Keduanya dilarang, bukan dipilih salah satunya.
- Alasannya ditaruh di belakang larangan, bukan di depannya. Kalianlah yang lebih tinggi. Perintah datang dulu, penopangnya menyusul.
- Syaratnya disebut Allah di ujung kalimat: jika kalian beriman. Ketinggian itu bukan status yang melekat sendiri. Ia bergantung pada apa yang dipegang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.