إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Jika luka menimpa kalian, sungguh luka serupa telah menimpa kaum itu juga. Dan masa itu Kami pergilirkan di antara manusia, dan agar Allah mengetahui orang-orang yang beriman dan menjadikan sebagian dari kalian sebagai syuhada. Dan Allah tidak mencintai orang-orang zalim.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُin yamsaskum qarhun fa-qad massa l-qawma qarhun mitsluhujika luka menimpa kalian, sungguh luka serupa telah menimpa kaum itu juga
- وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَwa-tilka l-ayyaamu nudaawiluhaa bayna n-naasi wa-li-ya'lama llaahu lladziina aamanuu wa-yattakhidza minkum syuhadaa'adan masa itu Kami pergilirkan di antara manusia, dan agar Allah mengetahui orang-orang yang beriman dan menjadikan sebagian dari kalian sebagai syuhada
- وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَwa-llaahu laa yuhibbu zh-zhaalimiinadan Allah tidak mencintai orang-orang zalim
Terjemahan per kata (24 kata)
- إِنْinjika
- يَمْسَسْكُمْyamsaskummenyentuh kalian
- قَرْحٌqarhunluka
- فَقَدْfa-qadmaka sungguh
- مَسَّmassamenyentuh
- الْقَوْمَl-qawmakaum
- قَرْحٌqarhunluka
- مِثْلُهُmitsluhuseperti-Nya
- وَتِلْكَwa-tilkadan itulah
- الْأَيَّامُl-ayyaamuhari-hari
- نُدَاوِلُهَاnudaawiluhaaKami pergilirkan
- بَيْنَbaynadi antara
- النَّاسِn-naasimanusia
- وَلِيَعْلَمَwa-li-ya'lamadan agar Dia mengetahui
- اللَّهُllaahuAllah
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَيَتَّخِذَwa-yattakhidzadan Dia mengambil
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- شُهَدَاءَsyuhadaa'asaksi-saksi
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- لَاlaatidak
- يُحِبُّyuhibbumencintai
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Bahwa 'masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia' menormalkan kekalahan sebagai bagian dari pola sejarah yang bergilir, bukan tanda unik bahwa kau ditinggalkan atau dikutuk. Konkretnya: ketika mengalami kegagalan telak, tempatkan itu dalam pola yang lebih besar, semua pihak mengalami pasang-surut, alih-alih membacanya sebagai bukti kau secara khusus gagal atau tidak diperhatikan.
Tafsiran
Ayat ini menempatkan kekalahan dalam siklus pergiliran sejarah yang lebih besar, bukan tanda ditinggalkan Allah, melainkan sarana menyaring keimanan yang sejati dan mengangkat sebagian sebagai syuhada.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut luka yang sama pernah menimpa pihak lawan. Bukan cuma kalian. Yang dialami dinyatakan hal yang biasa terjadi, bukan tanda ditinggalkan.
- Kata yang dipakai Kami pergilirkan. Bergilir. Kekalahan ditaruh di dalam putaran, bukan sebagai titik akhir.
- Allah menyebut dua maksudnya: agar Dia mengetahui yang beriman, dan menjadikan sebagian syuhada. Dua-duanya. Yang menyakitkan diberi kegunaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).