أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

Apakah kalian mengira akan masuk taman, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kalian, dan belum nyata pula orang-orang yang sabar.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَam hasibtum an tadkhuluu l-jannata wa-lammaa ya'lami llaahu lladziina jaahaduu minkum wa-ya'lama s-saabiriinaapakah kalian mengira akan masuk taman, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kalian, dan belum nyata pula orang-orang yang sabar
Catatan pilihan kata (ringkas)

C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih..

Aplikasi

Pertanyaan retoris ini menegaskan bahwa kesungguhan berjuang dan kesabaran harus 'nyata', benar-benar teruji lewat kenyataan, bukan sekadar klaim atau niat yang belum diuji. Konkretnya: jangan terlalu yakin pada ketangguhan atau komitmenmu sendiri sebelum benar-benar diuji oleh kesulitan nyata, karakter yang belum diuji masih berupa potensi, bukan bukti.