وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
Dan tidak ada bagi setiap yang bernyawa untuk mati, kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Dan siapa yang menghendaki pahala dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya; dan siapa yang menghendaki pahala akhirat, Kami berikan kepadanya sebagian darinya. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًاwa-maa kaana li-nafsin an tamuuta illaa bi-idzni llaahi kitaaban mu'ajjalandan tidak ada bagi setiap yang bernyawa untuk mati, kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya
- وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَاwa-man yurid tsawaaba d-dunyaa nu'tihi minhaa wa-man yurid tsawaaba l-aakhirati nu'tihi minhaadan siapa yang menghendaki pahala dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya, dan siapa yang menghendaki pahala akhirat, Kami berikan kepadanya sebagian darinya
- وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَwa-sa-najzii sh-shaakiriinadan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bersyukur'; profil verba terjemahan lain 42/42 seragam). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).
Aplikasi
Pembagian tegas ini, orientasi pada pahala dunia menghasilkan pahala dunia, orientasi pada pahala akhirat menghasilkan pahala akhirat, menyiratkan bahwa hasil yang kau terima cenderung sesuai dengan objek yang sungguh-sungguh kau kejar. Konkretnya: periksa jujur apa yang benar-benar kau incar dalam suatu usaha, pengakuan duniawi atau nilai yang lebih kekal, karena itulah yang paling mungkin benar-benar kau dapatkan, bukan sesuatu lain yang cuma kau harapkan sambil lalu.