وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Dan betapa banyak nabi yang berperang bersama sejumlah besar pengikut yang bertakwa. Mereka tidak lemah karena apa yang menimpa mereka di jalan Allah, dan mereka tidak lesu, dan mereka tidak menyerah. Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُواwa-ka-ayyin min nabiyyin qaatala ma'ahu ribbiyyuuna katsiirun fa-maa wahanuu li-maa ashaabahum fii sabiili llaahi wa-maa dha'ufuu wa-maa stakaanuudan betapa banyak nabi yang berperang bersama sejumlah besar pengikut yang bertakwa, mereka tidak lemah karena apa yang menimpa mereka di jalan Allah, dan mereka tidak lesu, dan mereka tidak menyerah
- وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَwa-llaahu yuhibbu sh-shaabiriinadan Allah mencintai orang-orang yang sabar
Terjemahan per kata (21 kata)
- وَكَأَيِّنْwa-ka'ayyindan betapa banyak
- مِنْmindari
- نَبِيٍّnabiyyinnabi
- قَاتَلَqaatalaberperang
- مَعَهُma'ahubersamanya
- رِبِّيُّونَribbiyyuunaorang-orang pengabdi Tuhan
- كَثِيرٌkatsiirunbanyak
- فَمَاfa-maamaka tidak
- وَهَنُواwahanuumereka lemah
- لِمَاli-maabagi apa yang
- أَصَابَهُمْashaabahummenimpa mereka
- فِيfiidi
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- ضَعُفُواdha'ufuumereka lemah
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- اسْتَكَانُواstakaanuumereka tunduk
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- يُحِبُّyuhibbumencintai
- الصَّابِرِينَsh-shaabiriinaorang-orang yang sabar
Inti bacaan
Tiga kata kerja negatif yang dirangkai, 'tidak lemah, tidak patah semangat, tidak menyerah', memberi daftar konkret hal yang harus ditolak aktif ketika bencana menimpa di jalan yang benar. Konkretnya: jadikan tiga hal itu checklist saat menghadapi kegagalan berulang, apakah responsmu benar-benar menghindari ketiganya, atau diam-diam kau sudah mulai menyerah dalam salah satunya tanpa sadar.
Tafsiran
Ayat ini menghibur dengan teladan sejarah: banyak nabi terdahulu yang pengikutnya tetap teguh menghadapi bencana di jalan Allah, tidak lemah, tidak lesu, dan tidak menyerah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tiga yang tak terjadi pada mereka: tidak lemah, tidak lesu, tidak menyerah. Ketiganya. Ketahanannya dirinci, bukan disebut sekali.
- Yang menimpa mereka tetap disebut. Bukan disangkal. Bencananya diakui ada, dan itu yang membuat ketahanannya berarti.
- Allah membuka dengan betapa banyak nabi. Bukan satu contoh. Penghiburannya bertumpu pada jumlah, bukan pada satu kisah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).