وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Dan tidak ada ucapan mereka kecuali mereka berkata, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan pelampauan batas kami dalam urusan kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami atas kaum yang kufur.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَwa-maa kaana qawlahum illaa an qaaluu rabbanaa ghfir lanaa dzunuubanaa wa-israafanaa fii amrinaa wa-tsabbit aqdaamanaa wa-nshurnaa 'alaa l-qawmi l-kaafiriinadan tidak ada ucapan mereka kecuali mereka berkata, 'ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan pelampauan batas kami dalam urusan kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami atas kaum yang kufur'

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. كَانَkaanaadalah
  3. قَوْلَهُمْqawlahumperkataan mereka
  4. إِلَّاillaakecuali
  5. أَنْanbahwa
  6. قَالُواqaaluumereka berkata
  7. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  8. اغْفِرْghfirampunilah
  9. لَنَاlanaabagi kami
  10. ذُنُوبَنَاdzunuubanaadosa-dosa kami
  11. وَإِسْرَافَنَاwa-israafanaadan tindakan berlebihan kami
  12. فِيfiidalam
  13. أَمْرِنَاamrinaaurusan kami
  14. وَثَبِّتْwa-tsabbitdan teguhkanlah
  15. أَقْدَامَنَاaqdaamanaakaki kami
  16. وَانْصُرْنَاwa-nshurnaadan tolonglah kami
  17. عَلَى'alaaatas
  18. الْقَوْمِl-qawmikaum
  19. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur

Inti bacaan

Doa mereka mencakup permohonan ampun atas 'tindakan-tindakan yang berlebihan dalam urusan kami' sebelum meminta pertolongan melawan musuh, introspeksi diri mendahului permintaan bantuan eksternal. Konkretnya: pola doa yang sehat di tengah krisis bukan cuma menuntut pertolongan atau menyalahkan pihak lawan, tetapi diawali kesediaan mengakui kesalahan atau kelebihan diri sendiri terlebih dahulu.

Penjelasan pilihan kata

'pelampauan batas kami' menerjemahkan 'israafanaa' (akar srf) lebih literal drpd 'tindakan-tindakan...yang berlebihan' draf. 'kafir'→'kufur' konsisten dengan acuan sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini mencatat doa singkat namun padat dari para pengikut setia itu: pengakuan dosa, permohonan keteguhan, dan permohonan pertolongan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tidak ada ucapan mereka kecuali doa itu. Bukan keluhan. Yang keluar dari mulut orang di tengah kekalahan ternyata bisa berupa satu hal saja.
  • Allah merekam mereka meminta ampunan lebih dahulu, baru keteguhan dan pertolongan. Urutannya begitu. Yang diperiksa lebih dahulu diri sendiri, bukan keadaan.
  • Mereka menyebut dosa dan pelampauan batas dalam urusan mereka. Dua-duanya. Kekalahan tidak mereka jelaskan dengan menyalahkan pihak lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'ghafara' tanpa kata sandang al-. ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').