يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ
Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menaati orang-orang yang kufur, niscaya mereka mengembalikan kalian ke belakang, lalu kalian berbalik menjadi orang-orang yang merugi.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu in tutii'uu lladziina kafaruu yarudduukum alaa a'qaabikum fa-tanqalibuu khaasiriinawahai orang-orang yang beriman, jika kalian menaati orang-orang yang kufur, niscaya mereka mengembalikan kalian ke belakang, lalu kalian berbalik menjadi orang-orang yang merugi
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-m-n, t-w-', k-f-r, r-d-d, '-q-b, q-l-b, kh-s-r): yarudduukum alaa a'qaabikum fa-tanqalibuu diterjemahkan 'mengembalikan kalian KE BELAKANG, lalu kalian BERBALIK'. terjemahan lain menambahkan '(murtad)'; terjemahan ini mempertahankan ungkapan idiomatiknya. 'Berbalik ke belakang' (akar q-l-b inqalaba, putaran 73) = ungkapan mempertahankan/kembali ke pendirian lama, BUKAN gerak fisik, koreksi metodologis Pak FD (bandingkan yanqalibu alaa aqibayh 3:144). tutii'uu diterjemahkan 'menaati' (putaran 58).
Aplikasi
terjemahan ini mempertahankan ungkapan idiomatik 'dikembalikan ke belakang, lalu berbalik' alih-alih membatasinya sempit pada istilah teknis 'murtad' seperti tambahan terjemahan lain. Konkretnya: kerentanan untuk didorong mundur dari jalan yang sudah benar bukan cuma soal pindah keyakinan secara resmi, bisa berupa kompromi bertahap apa pun yang membuatmu melangkah surut dari komitmen yang sudah kau bangun karena mengikuti tekanan pihak yang memusuhi nilai itu.