سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ
Kami akan mencampakkan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan keterangan tentangnya. Dan tempat kembali mereka adalah api; dan itulah seburuk-buruk kediaman bagi orang-orang yang zalim.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًاsa-nulqii fii quluubi lladziina kafaruu r-ru'ba bi-maa asyrakuu bi-llaahi maa lam yunazzil bihi sulthaananKami akan mencampakkan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan keterangan tentangnya
- وَمَأْوَاهُمُ النَّارُwa-ma'waahumu n-naarudan tempat kembali mereka adalah api
- وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَwa-bi'sa matswaa zh-zhaalimiinadan itulah seburuk-buruk kediaman bagi orang-orang yang zalim
Terjemahan per kata (19 kata)
- سَنُلْقِيsa-nulqiiKami akan menimpakan
- فِيfiike dalam
- قُلُوبِquluubihati
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- الرُّعْبَr-ru'barasa takut
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- أَشْرَكُواasyrakuumenyekutukan
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- مَاmaaapa yang
- لَمْlamtidak
- يُنَزِّلْyunazzilmenurunkan
- بِهِbihitentangnya
- سُلْطَانًاsulthaanankekuasaan
- وَمَأْوَاهُمُwa-ma'waahumudan tempat tinggal mereka
- النَّارُn-naaruapi
- وَبِئْسَwa-bi'sadan seburuk-buruk
- مَثْوَىmatswaatempat tinggal
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Rasa takut yang dicampakkan ke hati orang-orang ingkar ditautkan pada fakta bahwa klaim mereka tidak berlandaskan 'keterangan' (sultaan) yang benar-benar diturunkan, bukan pada kekuatan lawan mereka. Konkretnya: keyakinan atau posisi yang dipegang tanpa dasar yang sungguh kokoh cenderung melahirkan kerapuhan batin pada pemegangnya sendiri, sekalipun tampil percaya diri di luar, periksa apakah keyakinanmu sendiri bersandar pada dasar yang nyata atau sekadar otoritas pinjaman.
Tafsiran
Ayat ini menjanjikan rasa takut yang dicampakkan ke hati pihak yang kufur akibat kesyirikan mereka tanpa dasar apa pun.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut sebab takut mereka ada pada diri mereka sendiri. Bukan pada kekuatan lawan. Yang menggetarkan bukan pedang, melainkan dasar yang kosong.
- Kata yang dipakai mencampakkan. Dilemparkan ke dalam. Rasa takut itu ditaruh, bukan tumbuh sendiri.
- Allah menyebut yang mereka persekutukan tak diturunkan keterangan tentangnya. Tanpa dasar. Yang dipegang erat ternyata tak punya surat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-q-y, q-l-b, k-f-r, r-'-b, sh-r-k, a-l-h, n-z-l, s-l-t, a-w-y, n-w-r, b-a-s, ts-w-y, zh-l-m): sultaan diterjemahkan 'keterangan', akar s-l-t (putaran 82: sultaan=hujah/dasar-klaim yang DITURUNKAN, bukan 'kekuasaan'; sejalan terjemahan lain di sini). ashrakuu diterjemahkan 'mempersekutukan'; ru'b diterjemahkan 'rasa takut'; mathwaa diterjemahkan 'kediaman'.