وَلَئِنْ مُتُّمْ أَوْ قُتِلْتُمْ لَإِلَى اللَّهِ تُحْشَرُونَ
Dan sungguh jika kalian mati atau terbunuh, pastilah kepada Allah kalian dihimpun.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَئِنْ مُتُّمْ أَوْ قُتِلْتُمْ لَإِلَى اللَّهِ تُحْشَرُونَwa-la-in muttum aw qutiltum la-ilaa llaahi tuhsyaruunadan sungguh jika kalian mati atau terbunuh, pastilah kepada Allah kalian dihimpun
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
- مُتُّمْmuttumkalian mati
- أَوْawatau
- قُتِلْتُمْqutiltumkalian terbunuh
- لَإِلَىla-ilaabenar-benar kepada
- اللَّهِllaahiAllah
- تُحْشَرُونَtuhsyaruunakalian dikumpulkan
Inti bacaan
Bahwa mati atau terbunuh sama-sama berujung 'kepada Allah kalian dihimpun' meratakan perbedaan yang selama ini ditakuti antara mati dalam perjuangan dan mati dengan aman. Konkretnya: karena titik akhirnya sama, ketakutan akan risiko semestinya bukan satu-satunya faktor penentu ketika memutuskan mengambil sikap yang benar meski berisiko.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa baik mati wajar maupun gugur di medan perang, tujuan akhirnya sama: dihimpun kembali kepada Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyamakan dua cara mati. Wajar atau di medan. Ujungnya satu.
- Yang ditakutkan selama ini perbedaannya. Ternyata tidak berbeda. Ketakutan itu kehilangan dasarnya.
- Kalimatnya pendek dan menutup perdebatan. Allah menyebut tempat berhimpun. Yang berbeda jalannya, sama tujuannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-w-t, q-t-l, a-l-h, h-sh-r): tuhsharuun diterjemahkan 'dihimpun'. Selaras arus utama.