فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka berkat rahmat dari Allah, engkau bersikap lembut terhadap mereka. Dan sekiranya engkau bersikap kasar dan berhati keras, tentu mereka akan menjauh dari sekitarmu. Maka maafkanlah mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْfa-bimaa rahmatin mina llaahi linta lahummaka berkat rahmat dari Allah, engkau bersikap lembut terhadap mereka
  2. وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَwa-law kunta fazhzhan ghaliizha l-qalbi la-nfadduu min hawlikadan sekiranya engkau bersikap kasar dan berhati keras, tentu mereka akan menjauh dari sekitarmu
  3. فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِfa-fu anhum wa-staghfir lahum wa-shaawirhum fii l-amrimaka maafkanlah mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu
  4. فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِfa-idzaa azamta fa-tawakkal alaa llaahikemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah
  5. إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَinna llaaha yuhibbu l-mutawakkiliinasesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muham…”. sebagian penerjemah: 'And because of the mercy of God, thou wast lenient with them; and hadst thou been coarse and stern, they would have disbanded from about thee. So pardon thou them, and ask thou forgiveness for them, and take thou counsel with them in the affair. And when thou hast made a decision, place thou thy trust in God;1 God loves those who would place their trust aright.2' Corpus ayat ini: «raHomapK, INDEFINIT»; «{Eofu, tanpa-al»; «{sotagofiro, tanpa-al».

Aplikasi

Tepat setelah kegagalan terberat (Uhud), resep yang diberikan bukan kekerasan atau hukuman sepihak, melainkan kelembutan, pemaafan, dan bermusyawarah, karena sikap keras justru akan membuat mereka 'menjauh'. Konkretnya: pemimpin yang menghadapi kegagalan pengikutnya semestinya lebih dulu memilih kelembutan dan melibatkan mereka lewat musyawarah, bukan kecaman sepihak, kekerasan sesudah kegagalan justru mengusir orang, bukan membangun kembali kepercayaan; ketegasan datang setelah musyawarah, bukan menggantikannya.