فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Maka berkat rahmat dari Allah, engkau bersikap lembut terhadap mereka. Dan sekiranya engkau bersikap kasar dan berhati keras, tentu mereka akan menjauh dari sekitarmu. Maka maafkanlah mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْfa-bi-maa rahmatin mina llaahi linta lahummaka berkat rahmat dari Allah, engkau bersikap lembut terhadap mereka
- وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَwa-law kunta fazhzhan ghaliizha l-qalbi la-nfadhdhuu min hawlikadan sekiranya engkau bersikap kasar dan berhati keras, tentu mereka akan menjauh dari sekitarmu
- فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِfa-'fu 'anhum wa-staghfir lahum wa-syaawirhum fii l-amrimaka maafkanlah mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu
- فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِfa-idzaa 'azamta fa-tawakkal 'alaa llaahikemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah
- إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَinna llaaha yuhibbu l-mutawakkiliinasesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal
Terjemahan per kata (30 kata)
- فَبِمَاfa-bi-maamaka karena
- رَحْمَةٍrahmatinrahmat
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- لِنْتَlintaengkau berlaku lemah lembut
- لَهُمْlahumkepada mereka
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- كُنْتَkuntaengkau adalah
- فَظًّاfazhzhankasar
- غَلِيظَghaliizhayang berat
- الْقَلْبِl-qalbihati
- لَانْفَضُّواla-nfadhdhuusungguh mereka akan menjauh
- مِنْmindari
- حَوْلِكَhawlikasekitarmu
- فَاعْفُfa-'fumaka maafkanlah
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- وَاسْتَغْفِرْwa-staghfirdan mohonlah ampun
- لَهُمْlahumbagi mereka
- وَشَاوِرْهُمْwa-syaawirhumdan bermusyawarahlah dengan mereka
- فِيfiidalam
- الْأَمْرِl-amriurusan
- فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
- عَزَمْتَ'azamtaengkau berketetapan hati
- فَتَوَكَّلْfa-tawakkalmaka bertawakallah
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- يُحِبُّyuhibbumencintai
- الْمُتَوَكِّلِينَl-mutawakkiliinaorang-orang yang bertawakal
Inti bacaan
Tepat setelah kegagalan terberat (Uhud), resep yang diberikan bukan kekerasan atau hukuman sepihak, melainkan kelembutan, pemaafan, dan bermusyawarah, karena sikap keras justru akan membuat mereka 'menjauh'. Konkretnya: pemimpin yang menghadapi kegagalan pengikutnya semestinya lebih dulu memilih kelembutan dan melibatkan mereka lewat musyawarah, bukan kecaman sepihak, kekerasan sesudah kegagalan justru mengusir orang, bukan membangun kembali kepercayaan; ketegasan datang setelah musyawarah, bukan menggantikannya.
Tafsiran
Ayat ini memuji sikap lemah lembut sebagai rahmat Allah yang merekatkan hubungan, dilanjutkan dengan tuntunan praktis: memaafkan, memohonkan ampun, bermusyawarah, lalu bertawakal setelah bertekad.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kelembutan itu berkat rahmat dari-Nya. Bukan watak bawaan. Sifat yang paling menentukan keberhasilan seorang pemimpin disebut sebagai pemberian.
- Allah menyebut seandainya ia kasar dan berhati keras, mereka menjauh. Akibatnya diterangkan. Kebenaran yang dibawa tidak menahan orang bertahan kalau cara membawanya menyakiti.
- Sesudah kekalahan Uhud, Allah memerintahkan memaafkan, memohonkan ampunan, dan bermusyawarah. Bukan menghukum. Yang salah diajak berunding lagi tentang urusan yang sama.