وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ ۚ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan tidak patut bagi seorang nabi berkhianat; dan siapa yang berkhianat, ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya pada Hari Kiamat; kemudian setiap diri disempurnakan balasan atas apa yang telah ia usahakan, dan mereka tidak dizalimi.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّwa-maa kaana li-nabiyyin an yaghulladan tidak patut bagi seorang nabi berkhianat
- وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِwa-man yaghlul ya'ti bi-maa ghalla yawma l-qiyaamatidan siapa yang berkhianat, ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya pada Hari Kiamat
- ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَtsumma tuwaffaa kullu nafsin maa kasabat wa-hum laa yuzhlamuunakemudian setiap diri disempurnakan balasan atas apa yang ia usahakan, dan mereka tidak dizalimi
Terjemahan per kata (21 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- لِنَبِيٍّli-nabiyyinbagi seorang nabi
- أَنْanuntuk
- يَغُلَّyaghullaberkhianat
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَغْلُلْyaghlulberkhianat
- يَأْتِya'timendatangkan
- بِمَاbi-maaatas apa yang
- غَلَّghallaberkhianat
- يَوْمَyawmahari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- ثُمَّtsummakemudian
- تُوَفَّىٰtuwaffaadisempurnakan
- كُلُّkullusetiap
- نَفْسٍnafsinjiwa
- مَاmaaapa yang
- كَسَبَتْkasabatdiusahakan
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يُظْلَمُونَyuzhlamuunamereka dizalimi
Inti bacaan
Standar 'tidak patut bagi seorang nabi berkhianat' menegaskan bahwa penyelewengan diam-diam atas sumber daya bersama yang dipercayakan adalah pelanggaran serius, bahkan bagi kedudukan setinggi kenabian. Konkretnya: siapa pun yang memegang amanah atas dana atau sumber daya bersama, organisasi, keluarga, komunitas, dipegang pada standar bahwa penyelewengan diam-diam, sekecil apa pun dan seberapa pun mudah dibenarkan sendiri, adalah pengkhianatan nyata, bukan hal remeh.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa nabi tidak mungkin berkhianat, dan siapa pun yang berkhianat akan mempertanggungjawabkannya penuh pada Hari Kiamat tanpa kezaliman sedikit pun.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyangkal bahwa seorang nabi berkhianat. Kata yang dipakai tidak patut. Yang ditolak bukan kemampuannya, melainkan kesesuaiannya.
- Yang berkhianat Dia sebut datang membawa yang dikhianatkannya pada hari Kiamat. Barangnya ikut. Yang disembunyikan di dunia dibawa sendiri ke tempat perhitungan.
- Penutupnya menyebut setiap diri disempurnakan balasannya, dan mereka tidak dizalimi. Berlaku untuk semua. Sesudah bicara pengkhianatan, yang ditegaskan justru ketepatan perhitungan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, n-b-a, gh-l-l, a-t-y, y-w-m, q-w-m, w-f-y, k-l-l, n-f-s, k-s-b, zh-l-m): yaghulla diterjemahkan 'berkhianat' (akar gh-l-l: menggelapkan/menyelewengkan, di sini harta rampasan); terjemahan lain menambah '(harta rampasan perang)', terjemahan ini membiarkan kata umumnya. tuwaffaa kullu nafs diterjemahkan 'setiap diri disempurnakan balasan'.