أَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ كَمَنْ بَاءَ بِسَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Maka apakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya Jahanam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ كَمَنْ بَاءَ بِسَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُa-fa-mani ttaba'a ridhwaana llaahi ka-man baa'a bi-sakhathin mina llaahi wa-ma'waahu jahannamumaka apakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya Jahanam
- وَبِئْسَ الْمَصِيرُwa-bi'sa l-mashiirudan itulah seburuk-buruk tempat kembali
Terjemahan per kata (13 kata)
- أَفَمَنِa-fa-manimaka apakah orang yang
- اتَّبَعَttaba'amengikuti
- رِضْوَانَridhwaanakeridaan
- اللَّهِllaahiAllah
- كَمَنْka-manseperti orang yang
- بَاءَbaa'akembali
- بِسَخَطٍbi-sakhathindengan kemurkaan
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- وَمَأْوَاهُwa-ma'waahudan tempat tinggalnya
- جَهَنَّمُjahannamuJahanam
- وَبِئْسَwa-bi'sadan seburuk-buruk
- الْمَصِيرُl-mashiirutempat kembali
Inti bacaan
Pertanyaan retoris ini menolak kesetaraan semu antara orang yang mengejar rida Allah dan orang yang justru kembali membawa murka-Nya, keduanya sama-sama 'hasil', tapi tidak sama nilainya. Konkretnya: jangan menilai dua jalan hidup hanya dari hasil lahiriah yang tampak serupa (sama-sama 'berhasil' menurut standar duniawi), periksa arah dan motif di baliknya, karena itulah yang benar-benar membedakan.
Penjelasan pilihan kata
'Jahanam' dipertahankan transliterasi (nama diri di morfologi), konsisten dengan 14:16/14:29/15:43/16:29/17:8: berbeda dr 'an-naar' generik yg diterjemahkan 'api'.
Tafsiran
Ayat ini mempertentangkan dua nasib akhir: mengikuti keridaan Allah, atau membawa pulang kemurkaan-Nya menuju tempat terburuk.
Renungan dan Hikmah
- Allah membandingkan orang yang mengikuti keridaan-Nya dengan yang kembali membawa kemurkaan. Yang dibandingkan arah, bukan hasil. Perbedaannya sudah ada sejak dalam perjalanan.
- Untuk yang kedua, kata yang dipakai kembali membawa kemurkaan. Seperti barang bawaan. Yang dikumpulkan seseorang ikut serta ke tempat ia kembali.
- Allah mengajukannya sebagai pertanyaan, lalu menutup dengan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Jawabannya tak diucapkan. Yang tak perlu dijawab dibiarkan mengendap pada pembacanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-b-', r-d-w, a-l-h, b-w-a, s-kh-t, a-w-y, b-a-s, s-y-r): ittaba'a ridwaan allaah diterjemahkan 'mengikuti keridaan Allah'; baa'a bi-sakhat diterjemahkan 'kembali membawa kemurkaan'; masiir diterjemahkan 'tempat kembali'. Selaras.