وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
Dan janganlah sekali-kali kalian mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka hidup di sisi Tuhan mereka, diberi rezeki,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًاwa-laa tahsabanna lladziina qutiluu fii sabiili llaahi amwaatandan janganlah sekali-kali kalian mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati
- بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَbal ahyaa'un 'inda rabbihim yurzaquunabahkan mereka hidup di sisi Tuhan mereka, diberi rezeki
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَحْسَبَنَّtahsabannaengkau mengira
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- قُتِلُواqutiluumereka terbunuh
- فِيfiidi
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- أَمْوَاتًاamwaatanmati
- بَلْbalbahkan
- أَحْيَاءٌahyaa'unorang-orang hidup
- عِنْدَ'indadi sisi
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- يُرْزَقُونَyurzaquunamereka diberi rezeki
Inti bacaan
Penegasan bahwa yang gugur di jalan Allah 'hidup di sisi Tuhan mereka, diberi rezeki' membingkai ulang kematian dalam perjuangan bukan sebagai kehilangan total, melainkan kelanjutan makna. Konkretnya: cara memaknai pengorbanan besar seseorang, termasuk dirimu sendiri kelak, tidak harus berhenti pada narasi kehilangan; ada kerangka makna yang menempatkannya sebagai kelanjutan, bukan akhir.
Penjelasan pilihan kata
Ayat bersambung ke 3:170 (frasa sirkumstansial 'farihiina' melanjutkan deskripsi keadaan mereka).
Tafsiran
Ayat ini menegaskan status khusus para syuhada: bukan mati dalam arti terputus, melainkan tetap hidup dan diberi rezeki di sisi Tuhan.
Renungan dan Hikmah
- Allah melarang mengira mereka mati. Yang dilarang sangkaan orang yang masih hidup. Yang perlu diluruskan bukan keadaan yang gugur, melainkan cara yang tinggal memandangnya.
- Yang disebut bukan cuma hidup, melainkan diberi rezeki. Dua-duanya. Hidup yang dimaksud bukan kiasan, sebab ia disertai keterangan yang jasmani.
- Allah menyebut tempatnya di sisi Tuhan mereka. Bukan di suatu tempat. Yang menerangkan keadaan mereka bukan letaknya, melainkan di dekat siapa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-s-b, q-t-l, s-b-l, a-l-h, m-w-t, h-y-y, '-n-d, r-b-b, r-z-q): qutiluu fii sabiil allaah diterjemahkan 'gugur di jalan Allah'; ahyaa' yurzaquun diterjemahkan 'hidup, diberi rezeki'. penanda catatan kaki dibuang. Selaras.