فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ
Maka mereka kembali dengan nikmat dari Allah dan karunia; tidak menyentuh mereka suatu keburukan, dan mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah memiliki karunia yang besar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِfa-nqalabuu bi-ni'matin mina llaahi wa-fadhlin lam yamsashum suu'un wa-ttaba'uu ridhwaana llaahimaka mereka kembali dengan nikmat dari Allah dan karunia, tidak menyentuh mereka suatu keburukan, dan mereka mengikuti keridaan Allah
- وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍwa-llaahu dzuu fadhlin 'azhiimindan Allah memiliki karunia yang besar
Terjemahan per kata (15 kata)
- فَانْقَلَبُواfa-nqalabuumaka mereka kembali
- بِنِعْمَةٍbi-ni'matindengan nikmat
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- وَفَضْلٍwa-fadhlindan karunia
- لَمْlamtidak
- يَمْسَسْهُمْyamsashummenyentuh mereka
- سُوءٌsuu'unkeburukan
- وَاتَّبَعُواwa-ttaba'uudan mereka mengikuti
- رِضْوَانَridhwaanakeridaan
- اللَّهِllaahiAllah
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- ذُوdzuupemilik
- فَضْلٍfadhlinkarunia
- عَظِيمٍ'azhiiminyang besar
Inti bacaan
Mereka 'kembali dengan nikmat dan karunia. tidak ditimpa suatu bencana' setelah melewati ujian rasa takut di ayat sebelumnya, hasil nyata dari ketenangan yang tidak goyah oleh intimidasi. Konkretnya: ketenangan yang teruji saat diintimidasi sering kali justru yang membawa hasil baik, dibanding jika kepanikan itu dituruti jadi keputusan mundur.
Tafsiran
Ayat ini menutup episode dengan hasil manis: kembali membawa nikmat dan karunia tanpa keburukan menimpa, karena mengikuti jalan yang diridai Allah.
Renungan dan Hikmah
- Mereka kembali membawa dua hal sekaligus. Nikmat dan karunia. Allah menyebut tak satu pun keburukan menyentuh.
- Yang ditakutkan tidak terjadi. Ancaman itu tinggal ancaman. Yang tenang pulang selamat.
- Mengikuti keridaan disebut Allah sebagai sebabnya. Bukan keberanian mereka. Yang menentukan arah yang diikuti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.