فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ
Maka mereka kembali dengan nikmat dari Allah dan karunia; tidak menyentuh mereka suatu keburukan, dan mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah memiliki karunia yang besar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِfa-nqalabuu bi-ni'matin mina llaahi wa-fadlin lam yamsashum suu'un wa-ttaba'uu ridwaana llaahimaka mereka kembali dengan nikmat dari Allah dan karunia, tidak menyentuh mereka suatu keburukan, dan mereka mengikuti keridaan Allah
- وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍwallaahu dzuu fadlin azhiimindan Allah memiliki karunia yang besar
Catatan pilihan kata (ringkas)
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama passthrough. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Lih.. sebagian penerjemah: 'So they returned with favour and bounty from God, evil not touching them. And they sought the approval of God; and God is possessor of tremendous bounty.' Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.
Aplikasi
Mereka 'kembali dengan nikmat dan karunia... tidak ditimpa suatu bencana' setelah melewati ujian rasa takut di ayat sebelumnya, hasil nyata dari ketenangan yang tidak goyah oleh intimidasi. Konkretnya: ketenangan yang teruji saat diintimidasi sering kali justru yang membawa hasil baik, dibanding jika kepanikan itu dituruti jadi keputusan mundur.