وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang Allah anugerahkan kepada mereka dari karunia-Nya mengira hal itu baik bagi mereka. Bahkan hal itu buruk bagi mereka. Mereka akan dikalungi dengan apa yang mereka kikirkan itu pada Hari Kiamat. Dan milik Allah warisan langit dan bumi. Dan Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْwa-laa yahsabanna lladziina yabkhaluuna bi-maa aataahumu llaahu min fadhlihi huwa khayran lahumdan janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang Allah anugerahkan kepada mereka dari karunia-Nya mengira hal itu baik bagi mereka
  2. بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْbal huwa syarrun lahumbahkan hal itu buruk bagi mereka
  3. سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِsa-yuthawwaquuna maa bakhiluu bihi yawma l-qiyaamatimereka akan dikalungi dengan apa yang mereka kikirkan itu pada Hari Kiamat
  4. وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِwa-li-llaahi miiraatsu s-samaawaati wa-l-ardhidan milik Allah warisan langit dan bumi
  5. وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌwa-llaahu bi-maa ta'maluuna khabiirundan Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (30 kata)

  1. وَلَاwa-laadan tidak pula
  2. يَحْسَبَنَّyahsabannamenyangka
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. يَبْخَلُونَyabkhaluunamereka kikir
  5. بِمَاbi-maadengan apa yang
  6. آتَاهُمُaataahumumemberi mereka
  7. اللَّهُllaahuAllah
  8. مِنْmindari
  9. فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
  10. هُوَhuwaitu
  11. خَيْرًاkhayrankebaikan
  12. لَهُمْlahumkepada mereka
  13. بَلْbalbahkan
  14. هُوَhuwaitu
  15. شَرٌّsyarrunkeburukan
  16. لَهُمْlahumkepada mereka
  17. سَيُطَوَّقُونَsa-yuthawwaquunaakan dikalungkan kepada mereka
  18. مَاmaaapa yang
  19. بَخِلُواbakhiluumereka kikir
  20. بِهِbihidengannya
  21. يَوْمَyawmahari
  22. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  23. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  24. مِيرَاثُmiiraatsuwarisan
  25. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  26. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  27. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  28. بِمَاbi-maapada apa yang
  29. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
  30. خَبِيرٌkhabiirunmengetahui

Inti bacaan

Harta yang ditahan secara kikir digambarkan akan 'dikalungi' di leher pelakunya pada Hari Kiamat, kekikiran bukan penjagaan diri yang netral, melainkan sesuatu yang justru membelenggu pemiliknya sendiri. Konkretnya: menimbun lebih dari kebutuhan tidak benar-benar membebaskanmu, ayat ini menyiratkan itu justru menjadi beban tersendiri; memberi bukan sekadar amal untuk orang lain, melainkan pembebasan bagi dirimu sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menutup Surah dengan peringatan tentang kekikiran: apa yang disangka baik justru membebani pelakunya kelak, sebab segala warisan alam semesta memang sudah menjadi milik Allah semata.

Renungan dan Hikmah

  • Allah melarang mengira kekikiran itu baik bagi mereka. Yang dilarang sangkaannya. Yang terasa aman ternyata dibaca terbalik.
  • Yang ditahan Dia sebut karunia-Nya, bukan milik mereka. Titipan sejak awal. Kikirnya terjadi atas barang yang bukan miliknya sendiri.
  • Allah menyebut harta itu akan dikalungkan di leher mereka. Bukan diambil. Yang ditimbun tetap melekat, dan justru itu hukumannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). makna kedua 'TRIED, TESTED, proved by EXPERIENCE'; khabiir = 'pengetahuan luas atas perkara batin, seperti shahiid atas perkara lahir'; Jangkar: khabiir = petani penggarap.