لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Sungguh Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya.” Kami akan mencatat perkataan mereka dan pembunuhan mereka terhadap para nabi tanpa hak, dan Kami akan berkata, “Rasakanlah azab yang membakar!”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُla-qad sami'a llaahu qawla lladziina qaaluu inna llaaha faqiirun wa-nahnu aghniyaa'usungguh Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang berkata, sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya
  2. سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِsa-naktubu maa qaaluu wa-qatlahumu l-anbiyaa'a bi-ghayri haqqin wa-naquulu dzuuquu 'adzaaba l-hariiqiKami akan mencatat perkataan mereka dan pembunuhan mereka terhadap para nabi tanpa hak, dan Kami akan berkata, rasakanlah azab yang membakar

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. لَقَدْla-qadsungguh
  2. سَمِعَsami'amendengar
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. قَوْلَqawlaperkataan
  5. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  6. قَالُواqaaluumereka berkata
  7. إِنَّinnasesungguhnya
  8. اللَّهَllaahaAllah
  9. فَقِيرٌfaqiirunyang membutuhkan
  10. وَنَحْنُwa-nahnudan kami
  11. أَغْنِيَاءُaghniyaa'uorang-orang kaya
  12. سَنَكْتُبُsa-naktubuKami akan mencatat
  13. مَاmaaapa yang
  14. قَالُواqaaluumereka berkata
  15. وَقَتْلَهُمُwa-qatlahumudan pembunuhan mereka
  16. الْأَنْبِيَاءَl-anbiyaa'apara nabi
  17. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  18. حَقٍّhaqqinkebenaran
  19. وَنَقُولُwa-naquuludan Kami berkata
  20. ذُوقُواdzuuquurasakanlah kalian
  21. عَذَابَ'adzaabaazab
  22. الْحَرِيقِl-hariiqiapi yang membakar

Inti bacaan

Ejekan 'Allah itu miskin dan kami berkecukupan' memakai justru akar kata yang sama dengan sifat Allah sendiri (berkecukupan), sindiran yang tanpa sadar membocorkan bahwa nilai yang mereka pegang adalah kekayaan itu sendiri. Konkretnya: perhatikan olok-olok atau sarkasme yang diarahkan pada keyakinan sungguh-sungguh seseorang, seringkali ejekan semacam itu justru membongkar skala nilai pengejeknya sendiri (mengukur segalanya lewat kekayaan), bukan benar-benar mengenai sasarannya.

Tafsiran

Ayat ini mengutip ucapan menghina yang didengar Allah (tuduhan bahwa Allah miskin), sekaligus mencatat riwayat pembunuhan para nabi tanpa hak sebagai dasar azab yang membakar.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia telah mendengar perkataan mereka. Bukan diberitahu. Yang mengucapkan kalimat itu berhadapan langsung dengan Yang mendengarnya.
  • Allah menyebut Dia akan mencatat perkataan mereka dan pembunuhan mereka terhadap para nabi. Ucapan dan perbuatan. Keduanya diletakkan dalam satu catatan.
  • Allah merekam bunyinya: Allah itu miskin dan kami kaya. Diucapkan terang-terangan. Yang dipakai membantah perintah bersedekah adalah kalimat yang membalik seluruh kedudukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

EJEKAN: 'Allah faqiir wa-nahnu AGHNIYAa diterjemahkan 'kami berkecukupan', lema SAMA dgn sebutan Allah; jawaban Qur'an di 35:15/47:38 membalik: kalian-lah fuqaraa', Allah-lah Sang Berkecukupan. terjemahan satu-lema menjaga sambungan ejekan↔jawaban. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun pemakaian diteruskan (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di belum diputuskan). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi.