لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Sungguh Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya.” Kami akan mencatat perkataan mereka dan pembunuhan mereka terhadap para nabi tanpa hak, dan Kami akan berkata, “Rasakanlah azab yang membakar!”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُla-qad sami'a llaahu qawla lladziina qaaluu inna llaaha faqiirun wa-nahnu aghniyaa'usungguh Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang berkata, sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya
  2. سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِsa-naktubu maa qaaluu wa-qatlahumu l-anbiyaa'a bi-ghayri haqqin wa-naquulu dzuuquu adzaaba l-hariiqiKami akan mencatat perkataan mereka dan pembunuhan mereka terhadap para nabi tanpa hak, dan Kami akan berkata, rasakanlah azab yang membakar
Aplikasi

Ejekan 'Allah itu miskin dan kami berkecukupan' memakai justru akar kata yang sama dengan sifat Allah sendiri (berkecukupan), sindiran yang tanpa sadar membocorkan bahwa nilai yang mereka pegang adalah kekayaan itu sendiri. Konkretnya: perhatikan olok-olok atau sarkasme yang diarahkan pada keyakinan sungguh-sungguh seseorang, seringkali ejekan semacam itu justru membongkar skala nilai pengejeknya sendiri (mengukur segalanya lewat kekayaan), bukan benar-benar mengenai sasarannya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

EJEKAN: 'Allah faqiir wa-nahnu AGHNIYAa'' diterjemahkan 'kami berkecukupan', lema SAMA dgn sebutan Allah; jawaban Qur'an di 35:15/47:38 membalik: kalian-lah fuqaraa', Allah-lah Sang Berkecukupan. Rendering satu-lema menjaga sambungan ejekan↔jawaban. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun passthrough (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di PENDING). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. ⚠ 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. Lih.. aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').