كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Setiap diri akan merasakan mati; dan hanya pada Hari Kiamat kalian disempurnakan balasan kalian. Maka siapa yang dijauhkan dari api dan dimasukkan ke taman, sungguh ia beruntung. Dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِkullu nafsin dzaa'iqatu l-mawtisetiap diri akan merasakan mati
  2. وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِwa-innamaa tuwaffawna ujuurakum yawma l-qiyaamatidan hanya pada Hari Kiamat kalian disempurnakan balasan kalian
  3. فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَfa-man zuhziha 'ani n-naari wa-udkhila l-jannata fa-qad faazamaka siapa yang dijauhkan dari api dan dimasukkan ke taman, sungguh ia beruntung
  4. وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِwa-maa l-hayaatu d-dunyaa illaa mataa'u l-ghuruuridan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. كُلُّkullusetiap
  2. نَفْسٍnafsinjiwa
  3. ذَائِقَةُdzaa'iqatuakan merasakan
  4. الْمَوْتِl-mawtikematian
  5. وَإِنَّمَاwa-innamaadan hanyalah
  6. تُوَفَّوْنَtuwaffawnakalian disempurnakan
  7. أُجُورَكُمْujuurakumpahala kalian
  8. يَوْمَyawmahari
  9. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  10. فَمَنْfa-manmaka orang yang
  11. زُحْزِحَzuhzihadijauhkan
  12. عَنِ'anidari
  13. النَّارِn-naariapi
  14. وَأُدْخِلَwa-udkhiladan dimasukkan
  15. الْجَنَّةَl-jannatataman
  16. فَقَدْfa-qadmaka sungguh
  17. فَازَfaazaberuntung
  18. وَمَاwa-maadan tidaklah
  19. الْحَيَاةُl-hayaatukehidupan
  20. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  21. إِلَّاillaakecuali
  22. مَتَاعُmataa'ukesenangan
  23. الْغُرُورِl-ghuruuritipuan

Inti bacaan

Kehidupan dunia disebut secara spesifik sebagai 'kesenangan yang memperdaya' (mataa' al-ghuruur), bahaya yang disorot bukan kesenangan itu sendiri, melainkan daya tipunya dalam mendistorsi ukuran yang sesungguhnya penting. Konkretnya: nikmati kesenangan hidup yang sah, tapi tetap waspada terhadap kecenderungannya mengaburkan proporsi tentang apa yang benar-benar bertahan dan bermakna, bahaya yang disebut di sini adalah tertipu, bukan menikmati.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian panjang tema Uhud dengan penegasan universal: kematian pasti, penilaian sejati baru tuntas di akhirat, dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan sementara yang menipu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut setiap diri akan merasakan mati. Tanpa kecuali. Yang paling menyamakan semua orang disebut lebih dahulu.
  • Allah menyebut balasan disempurnakan hanya pada hari Kiamat. Bukan sebelum. Yang belum lunas di dunia bukan tanda perhitungan tak berjalan.
  • Penutupnya menyebut kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. Kata memperdaya dipakai. Yang menipu bukan barangnya, melainkan kesan bahwa ia akan bertahan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-l-l, n-f-s, dz-w-q, m-w-t, w-f-y, a-j-r, y-w-m, q-w-m, z-h-z-h, n-w-r, d-kh-l, j-n-n, f-w-z, h-y-y, d-n-w, m-t-', gh-r-r): kullu nafs diterjemahkan 'setiap diri'; faaza diterjemahkan 'beruntung'; mataa' al-ghuruur diterjemahkan 'kesenangan yang memperdaya'. Selaras arus utama.