وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ

Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian orang-orang yang diberi Kitab, “Sungguh kalian akan menerangkannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkannya ke belakang punggung mereka dan menukarnya dengan harga yang sedikit; maka seburuk-buruk apa yang mereka beli.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًاwa-idz akhadza llaahu miitsaaqa lladziina uutuu l-kitaaba la-tubayyinunnahu li-n-naasi wa-laa taktumuunahu fa-nabadzuuhu waraa'a zhuhuurihim wa-sytaraw bihi tsamanan qaliilandan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian orang-orang yang diberi Kitab, sungguh kalian akan menerangkannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya, lalu mereka melemparkannya ke belakang punggung mereka dan menukarnya dengan harga yang sedikit
  2. فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَfa-bi'sa maa yasytaruunamaka seburuk-buruk apa yang mereka beli

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. وَإِذْwa-idzdan ketika
  2. أَخَذَakhadzamengambil
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. مِيثَاقَmiitsaaqaperjanjian
  5. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  6. أُوتُواuutuudiberi
  7. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  8. لَتُبَيِّنُنَّهُla-tubayyinunnahusungguh kalian akan menerangkannya
  9. لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
  10. وَلَاwa-laadan tidak pula
  11. تَكْتُمُونَهُtaktumuunahukalian menyembunyikannya
  12. فَنَبَذُوهُfa-nabadzuuhulalu mereka mencampakkannya
  13. وَرَاءَwaraa'adi belakang
  14. ظُهُورِهِمْzhuhuurihimpunggung mereka
  15. وَاشْتَرَوْاwa-sytarawdan mereka membeli
  16. بِهِbihidengannya
  17. ثَمَنًاtsamananharga
  18. قَلِيلًاqaliilansedikit
  19. فَبِئْسَfa-bi'samaka seburuk-buruk
  20. مَاmaaapa yang
  21. يَشْتَرُونَyasytaruunamereka membeli

Inti bacaan

Frasa 'melemparkannya ke belakang punggung mereka' menggambarkan sikap sengaja meremehkan kewajiban menjelaskan kebenaran, ditukar dengan 'harga yang murah', pengkhianatan yang disengaja, bukan lupa yang wajar. Konkretnya: siapa pun yang memegang pengetahuan atau keahlian yang dibutuhkan orang lain punya kewajiban aktif untuk membaginya dengan jujur, bukan menyembunyikannya demi keuntungan atau kenyamanan pribadi, menahan yang seharusnya dijelaskan adalah pelanggaran nyata, bukan hal sepele.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini menyebut isi sebuah perjanjian, lalu menyebut bagaimana perjanjian itu diperlakukan.

Isi perjanjiannya patut diperhatikan. Yang dijanjikan bukan menjaga Kitab itu, melainkan “menerangkannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya”. Kewajiban yang diambil adalah kewajiban keluar, bukan kewajiban menyimpan. Memiliki tanpa membagikan sudah termasuk pelanggarannya.

Gambaran pelanggarannya dipilih dengan cermat: “mereka melemparkannya ke belakang punggung mereka” (نَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ, nabadzuuhu waraa'a zhuhuurihim). Rangkaian itu hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an. Bukan menjatuhkan, bukan kehilangan. Melempar ke belakang punggung adalah gerakan yang disengaja, dan arahnya dipilih supaya benda itu tak lagi terlihat.

Yang mereka terima disebut “harga yang sedikit” (ثَمَنًا قَلِيلًا, tsamanan qaliilan), ungkapan yang muncul sembilan kali di dalam Al-Qur'an (2:41, 2:79, 2:174, 3:77, 3:187, 3:199, 5:44, 9:9, 16:95). Perlu dibaca teliti: tidak dikatakan mereka tertipu, dan tidak dikatakan harganya salah. Dikatakan harganya sedikit. Mereka mendapatkan persis apa yang mereka tawar, dan justru itulah yang buruk.

Bentuk kata kerja untuk isi perjanjian itu tak terulang. Rangkaian “sungguh kalian akan menerangkannya” (لَتُبَيِّنُنَّهُ, la-tubayyinunnahu) hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Bentuknya memakai dua penegas sekaligus di awal dan di akhir kata, yaitu cara bahasa Arab menyatakan sumpah yang paling kuat. Jadi yang diambil bukan janji biasa, melainkan janji yang dirumuskan dengan bentuk yang paling mengikat.

Isi janjinya pun disebut dua kali dengan dua arah. Sisi positifnya menerangkan, sisi negatifnya tidak menyembunyikan. Penyebutan dua arah untuk satu kewajiban menutup celah yang biasa dipakai: seseorang bisa merasa tidak menyembunyikan apa-apa sambil juga tidak menerangkan apa-apa. Kedua sisi disebut, sehingga diam pun sudah termasuk pelanggaran.

Gambaran pelanggarannya memakai rangkaian yang juga tak terulang. Melempar ke belakang punggung hanya sekali disebut di seluruh Al-Qur'an. Yang dipilih bukan kata untuk menjatuhkan dan bukan pula untuk kehilangan. Melempar ke belakang punggung adalah gerakan yang memerlukan tenaga dan arah, dan arahnya dipilih supaya benda itu tidak lagi berada di bidang pandang.

Penutupnya berupa penilaian yang pendek, yaitu seburuk-buruk apa yang mereka beli. Yang dinilai bukan perbuatan menyembunyikannya, melainkan transaksinya. Susunan itu memperlakukan seluruh peristiwa sebagai jual beli yang merugi, dan penilaian semacam itu menuntut pembacanya menimbang apa yang ia terima sebagai ganti dari apa yang ia diamkan.

Tafsiran

Ayat ini mengecam pengkhianatan perjanjian menjaga Kitab: kebenaran yang seharusnya diterangkan justru disembunyikan demi keuntungan kecil duniawi. Yang paling menuntut perhatian adalah isi perjanjiannya, sebab di situlah letak seluruh kecamannya.

Yang dijanjikan bukan menjaga kitab itu, bukan menghafalnya, dan bukan pula mewariskannya. Yang dijanjikan menerangkannya kepada manusia. Kewajiban yang diambil adalah kewajiban yang arahnya keluar. Dengan rumusan seperti itu, memiliki tanpa membagikan sudah cukup untuk masuk ke dalam pelanggarannya, dan tidak diperlukan perbuatan aktif apa pun untuk melanggarnya.

Sisi keduanya disebut agar celahnya tertutup. Tidak menyembunyikan disebut berdampingan dengan menerangkan, padahal sekilas keduanya tampak sama. Justru karena tidak sama itulah keduanya disebut. Seseorang bisa dengan jujur merasa tidak menyembunyikan apa pun sambil sepanjang hidupnya tidak menerangkan apa pun. Diam termasuk ke dalam pelanggaran ini, dan diam adalah bentuk pelanggaran yang paling mudah dijalani tanpa merasa bersalah.

Penilaian penutupnya memperlakukan seluruh peristiwa sebagai jual beli. Yang disebut buruk bukan perbuatan menyembunyikan, melainkan apa yang mereka beli. Susunan itu memindahkan pertanyaan dari benar atau salah menjadi setimpal atau tidak, dan pertanyaan kedua itu jauh lebih sulit dihindari. Orang bisa berdebat tentang salah tidaknya sesuatu; ia lebih sulit berkelit ketika ditanya apa yang ia terima sebagai gantinya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengambil perjanjian bukan untuk menjaga Kitab itu, melainkan untuk menerangkannya kepada manusia. Yang dijanjikan penyampaian. Menyimpan sesuatu dengan aman ternyata bukan cara memenuhi amanat semacam ini. Perbedaan antara menjaga dan menerangkan menentukan seluruh isi ayat ini. Menjaga bisa dilakukan dengan menyimpan, dan menyimpan adalah pekerjaan yang selesai begitu barangnya aman. Menerangkan tidak pernah selesai, sebab selalu ada orang baru yang belum diterangkan. Perjanjian yang diambil Allah di sini karena itu perjanjian yang tidak punya titik akhir, dan pelanggarannya tidak berupa satu perbuatan melainkan berupa berhentinya sebuah pekerjaan.
  • Gambaran yang dipakai melemparkannya ke belakang punggung, bukan menjatuhkan atau kehilangan. Yang digambarkan gerakan yang disengaja. Dan bagian tubuh yang dipilih bagian yang tak bisa dilihat sendiri oleh pemiliknya. Gambaran itu memuat dua hal sekaligus. Yang pertama, barangnya tidak hilang; ia masih ada, cuma tidak lagi berada di depan mata. Yang kedua, pemiliknya masih memegangnya sebentar sebelum melempar, jadi tindakan itu disengaja. Bandingkan dengan menjatuhkan, yang bisa terjadi tanpa sadar, atau kehilangan, yang tidak menuntut niat sama sekali. Allah memilih kata yang menuntut tangan bergerak.
  • Yang mereka terima disebut harga yang sedikit, bukan harga yang salah. Allah tidak mengatakan mereka tertipu; Dia mengatakan mereka menjual murah. Tuduhan itu lebih berat, sebab ia mengandaikan mereka tahu betul berapa nilainya. Pilihan kata itu menutup satu pembelaan yang paling mungkin diajukan. Kalau yang diterima disebut harga yang salah, pembelaannya bisa berupa keliru menilai. Kalau yang diterima disebut harga yang sedikit, tak ada kekeliruan yang bisa diajukan, sebab sedikit atau banyak bisa dihitung siapa pun. Apa yang tersisa untuk dibela? Cuma satu, yaitu bahwa mereka memang tahu dan tetap menerimanya.
  • Perjanjian yang Allah ambil bukan untuk menjaga Kitab itu, melainkan untuk menerangkannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya. Kalau memiliki tanpa membagikan sudah termasuk pelanggarannya, apa yang sudah kita terangkan dari yang kita pahami? Ayat ini punya kembaran yang dekat di surah lain. Perjanjian yang sama disebut lagi di 2:159 dan 2:174 dengan susunan yang berbeda, dan di sana yang disorot adalah akibat menyembunyikan, bukan isi perjanjiannya. Jadi satu perkara yang sama dilihat dari dua sisi di dua surah, sekali dari sisi janji yang diambil dan sekali dari sisi hukuman yang menyusul.
  • Isi perjanjiannya tidak disampaikan sebagai keterangan melainkan sebagai kalimat langsung yang berbunyi seperti sumpah, yaitu sungguh kalian akan menerangkannya dan tidak menyembunyikannya. Bentuk itu menaruh kalimatnya di mulut mereka sendiri, bukan di mulut Allah. Apa akibatnya bagi pembacanya? Sebuah kewajiban yang dibacakan kepada seseorang masih bisa dibantah dengan mengatakan bahwa ia tidak pernah menyetujuinya. Sebuah kalimat yang ia ucapkan sendiri tidak menyisakan bantahan itu, dan justru kalimat itulah yang dikutip Allah sebelum menyebutkan apa yang mereka lakukan sesudahnya.
  • Ayat ini ditutup dengan menilai apa yang mereka beli, bukan menilai mereka. Susunan itu sama dengan yang dipakai di 2:62 dan 5:63, dan di ketiganya yang dicela adalah barangnya, bukan orangnya. Apa yang tersisa bagi pelaku kalau yang dicela cuma belanjaannya? Tersisa kemungkinan membatalkan pembelian itu, dan kemungkinan tersebut tidak akan tersisa kalau yang dicela sudah berpindah ke orangnya. Allah menutup kalimat tepat sebelum garis itu.