وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dan Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِwa-li-llaahi mulku s-samaawaati wa-l-ardhidan milik Allah kerajaan langit dan bumi
  2. وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌwa-llaahu 'alaa kulli syay'in qadiirundan Allah berkuasa atas segala sesuatu

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  2. مُلْكُmulkukerajaan
  3. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  4. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  5. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  6. عَلَىٰ'alaaatas
  7. كُلِّkullisegala
  8. شَيْءٍsyay'insesuatu
  9. قَدِيرٌqadiirunberkuasa

Inti bacaan

Penegasan bahwa 'milik Allahlah kerajaan langit dan bumi' dan Dia 'berkuasa atas segala sesuatu' menutup rangkaian ayat sebelumnya dengan mengingatkan skala kekuasaan sejati di luar kalkulasi manusia. Konkretnya: sekuat apa pun posisi atau kendali yang kau rasa miliki atas suatu keadaan, tempatkan itu dalam kesadaran bahwa kendali sejati selalu lebih besar dari genggamanmu.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kepemilikan mutlak dan kekuasaan Allah atas seluruh alam semesta.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian panjang itu ditutup dengan menyebut pemiliknya. Sesudah semua hitungan. Allah menaruh yang punya di akhir.
  • Dua hal disebut: kepemilikan dan kekuasaan. Punya saja belum tentu berkuasa. Keduanya disebut.
  • Kalimatnya pendek dan menutup pintu tawar-menawar. Allah menyebut segala sesuatu. Tak ada yang di luar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.