الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring, serta memikirkan penciptaan langit dan bumi, “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini sia-sia; Mahasuci Engkau; maka lindungilah kami dari azab api.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِalladziina yadzkuruuna llaaha qiyaaman wa-qu'uudan wa-alaa junuubihim wa-yatafakkaruuna fii khalqi s-samaawaati wa-l-ardi rabbanaa maa khalaqta haadzaa baatilan subhaanaka fa-qinaa adzaaba n-naariyaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring, serta memikirkan penciptaan langit dan bumi, ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini sia-sia, Mahasuci Engkau, maka lindungilah kami dari azab api
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar dz-k-r, a-l-h, q-w-m, q-'-d, j-n-b, f-k-r, kh-l-q, s-m-w, a-r-d, r-b-b, b-t-l, s-b-h, w-q-y, '-dz-b, n-w-r): yadhkuruun diterjemahkan 'mengingat' (akar dz-k-r); yatafakkaruun diterjemahkan 'memikirkan'; baatilan diterjemahkan 'sia-sia' (akar b-t-l: baatil=yang kosong/tak berdasar, lawan haqq). Selaras.
Aplikasi
Mengingat Allah 'sambil berdiri, duduk, dan berbaring' dipadukan langsung dengan memikirkan penciptaan, dzikir tidak dibatasi pada momen ritual tertentu, melainkan menyatu dengan perenungan aktif dalam segala posisi keseharian. Konkretnya: padukan kesadaran akan makna yang lebih besar ke dalam momen-momen biasa sehari-hari, bukan cuma waktu ibadah formal, dan biarkan kesadaran itu aktif membentuk cara kau memaknai dunia, bahwa tidak ada yang benar-benar sia-sia, bukan sekadar renungan privat yang terpisah dari cara berpikir sehari-hari.