رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya siapa yang Engkau masukkan ke dalam api, sungguh Engkau telah menghinakannya; dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُrabbanaa innaka man tudkhili n-naara fa-qad akhzaytahuya Tuhan kami, sesungguhnya siapa yang Engkau masukkan ke dalam api, sungguh Engkau telah menghinakannya
- وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍwa-maa li-zh-zhaalimiina min anshaarindan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun
Terjemahan per kata (11 kata)
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- إِنَّكَinnakasesungguhnya Engkau
- مَنْmanorang yang
- تُدْخِلِtudkhiliEngkau masukkan
- النَّارَn-naaraapi
- فَقَدْfa-qadmaka sungguh
- أَخْزَيْتَهُakhzaytahuEngkau menghinakannya
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- لِلظَّالِمِينَli-zh-zhaalimiinabagi orang-orang zalim
- مِنْmindari
- أَنْصَارٍanshaarinpara penolong
Inti bacaan
Kesadaran bahwa siapa yang dimasukkan ke Neraka 'sungguh telah dihinakan' dan 'tidak ada bagi orang-orang zalim penolong' menutup doa dengan pengakuan bahwa kehinaan puncak itu tidak punya penyelamat selain menghindari kezaliman itu sendiri sejak awal. Konkretnya: perlakukan pencegahan, menjauhi kezaliman sejak dini, sebagai satu-satunya jalan keluar yang bisa diandalkan, bukan berharap ada penolong di titik paling akhir.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan doa dengan pengakuan bahwa kehinaan sejati adalah dimasukkan ke dalam api, dan tak ada penolong bagi yang zalim.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam mereka menyebut dimasukkan ke api sebagai penghinaan. Bukan penderitaan. Yang paling ditakuti bukan sakitnya, melainkan hilangnya harga diri.
- Doanya berisi pengakuan, bukan permintaan. Sesungguhnya Engkau telah menghinakannya. Yang diucapkan kesimpulan, dan kesimpulan itu bentuk permohonan juga.
- Allah merekam mereka menutup dengan tak ada penolong bagi orang zalim. Sesudah menyebut kehinaan. Yang mereka simpulkan bukan tentang siksanya, melainkan tentang sepinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-b-b, d-kh-l, n-w-r, kh-z-y, zh-l-m, n-s-r): akhzaytahu diterjemahkan 'menghinakannya'; ansaar diterjemahkan 'penolong'. Selaras.