مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ
Kesenangan yang sedikit, kemudian tempat mereka Jahanam; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُmataa'un qaliilun tsumma ma'waahum jahannamukesenangan yang sedikit, kemudian tempat mereka Jahanam
- وَبِئْسَ الْمِهَادُwa-bi'sa l-mihaadudan itulah seburuk-buruk tempat tinggal
Terjemahan per kata (7 kata)
- مَتَاعٌmataa'unkesenangan
- قَلِيلٌqaliilunyang sedikit
- ثُمَّtsummakemudian
- مَأْوَاهُمْma'waahumtempat tinggal mereka
- جَهَنَّمُjahannamuJahanam
- وَبِئْسَwa-bi'sadan seburuk-buruk
- الْمِهَادُl-mihaaduhamparan
Inti bacaan
Kesenangan itu disebut 'sedikit', lalu tempat kembali mereka Jahanam, koreksi skala waktu antara kenikmatan sesaat dan konsekuensi jangka panjang. Konkretnya: ketika menilai suatu jalan hidup, ukur bukan hanya kenikmatannya saat ini, tetapi bandingkan proporsinya dengan konsekuensi jangka panjangnya, kesenangan singkat yang berujung buruk bukan pertukaran yang bijak.
Penjelasan pilihan kata
'Jahanam' dipertahankan transliterasi (nama diri eksplisit), konsisten dengan 3:162.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa kemakmuran itu hanya kesenangan sesaat, berujung pada tempat kembali yang paling buruk.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kesenangan itu sedikit. Bukan palsu. Yang dipersoalkan takarannya, bukan kenyataannya.
- Kata yang menyambung kemudian. Berurutan. Kesenangan dan tempat kembalinya disebut dalam satu tarikan.
- Allah menutup dengan seburuk-buruk tempat tinggal. Kata untuk rumah. Yang menanti disebut sebagai tempat menetap, bukan tempat singgah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-t-', q-l-l, a-w-y, b-a-s, m-h-d): mataa' qaliil diterjemahkan 'kesenangan sedikit'; mihaad diterjemahkan 'tempat tinggal'. Selaras.